Polusi Udara di Ibukota, Salah Siapa? – RDK FM UIN JAKARTA

Polusi Udara di Ibukota, Salah Siapa?

Jakarta merupakan ibukota negara indonesia. Menurut data Badan Pusat Statisik, jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2015 mencapai 10,18 juta jiwa. Kemudian meningkat menjadi 10,28 juta jiwa pada 2016, dan bertambah menjadi 10,37 juta jiwa pada 2017. Itu hanya jumlah penduduk yang ber-KTP Jakarta, jika ditambah penduduk sekitar jakarta yang beraktivitas di Jakarta bisa mencapai 30,2 juta orang setiap harinya. Dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak itu membuat kota ini padat dan menyebabkan banyak permasalahan salah satunya, polusi udara. Lalu bagaimana komentar mahasiswa terkait hal tersebut?

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Jurusan Kesehatan Masyarakat, Semester empat, Annisa Aireka berkomentar, menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982) Polusi yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

“Definisi tersebut, sangat jelas zatnya tersebut adalah udara kotor masuk ke lingkungan yaitu, kota Jakarta,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, banyak permasalahan dari udara kotor yang kemudian dihirup manusia, menyebabkan terserangnya penyakit paru-paru dan jantung, pandangan menjadi buram, tumbuhan dan hewan menjadi mati.Jakarta sebagai ibukota sangat disorot oleh dunia sehingga, permasalahan udara ini menjadi serius dan kompleks. Dirinya menjabarkan, 70% aktivitas manusia seperti berkendara motor, 25% aktivitas pabrik dan 15% dari aktivitas rumah tangga adalah penyebab naiknya polusi di Jakarta.

“Seharusnya pemerintah dan masyarakat tidak tinggal diam seperti, membuat dan merawat taman kota, gerakan 1 orang 1 pohon, mengurangi menggunakan kendaraan bermotor pribadi,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mengadakan kajian atau diskusi terkait hal ini, polusi udara adalah masalah bersama bukan masalah satu dua pihak.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Jurusan biologi, Semester 3, Firda indraswati mengungkapkan, sebagai wajah Indonesaia, Jakarta harus segara berbenah diri tidak hanya dari sektor ekonomi maupun infrakstruktur tapi dari sisi kesehatan lingkungan pula.

“Negara yang maju adalah negara yang masyarakatnya makmur dan sehat. Semoga masyarakat lebih sadar lingkungan terutama dalam menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah sudah banyak melakukan perubahan dari sisi transportasi yang membuat menjadi lebih nyaman, banyak pilihan dan relatif murah hal itu dirasa cukup menurunkan kadaf polusi di Jakarta mengingat asap kendaraan menyumbang 70% penyebab polusi udara.

(Irma Lutfiani Ismail)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138