FAH UIN Jakarta Gelar Studium General

Studium General dibalut dengan stand up comedy membuat kuliah umum ini unik dan tidak membosankan. Pembicara kuliah umum berasal dari alumni Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) yang juga menjabat sebagai Dosen Universitas Gajah Mada yaitu, Sakdiyah Makruf. Acara digelar oleh FAH pada Senin, (28/10) di Auditorium Harun Nasution. Kuliah umum tersebut mengusung tema, “Generasi Millenial Masa Depan : moderat, cerdas, dan bijak”.

Pembicara kuliah umum, Sakdiah Ma’ruf mengatakan, yang bisa didapatkan dari studi humaniora yaitu wawasan, cara berpikir kritis, kehalusan akal budi, empati, dan keterbukaan.

“Semua akan bermanfaat di bidang apapun yg anda tekuni. Hal-hal yang didapat dari studi humaniora tersebut punya modal dasar, tinggal skill set nya dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Wanita urutan 54 kategori wanita inspiratif di dunia, Sakdiah mengatakan, sebagai anak muda harus berpikir kritis dan moderat. Moderat yaitu konsisten di tengah, inklusif dan bisa merangkul semua orang.

“Sebutan generasi muda yaitu Gen Z karena, Gen Z memiliki karakteristik yang bisa relate. Gen Z menghargai ekspresi individual dan menghindari pelabelan. Dengan ekspresi tersebut, Gen Z punya potensi untuk mobilisasi berbagai hal dan tujuan sosial, dan percaya pada berdialog, serta pragmatis,” ujarnya.

Ia mengatakan, Mahasiswa tidak harus menjadi komedian, tetapi memiliki selera humor sangat penting agar tidak mudah tersinggung. Humor bermain dengan cara berpikir dan mengeluarkan aspirasi, serta menjadi ruang berdialog.

Mahasiswa FAH, jurusan Bahasa dan Sastra Arab, semester satu, Ratna Ayu Pradipta mengatakan, menjadi generasi millenial masa depan yang moderat, cerdas, dan bijak dengan menguasai segalanya, memperbanyak literasi, diskusi dan prestasi.

“Humor bisa menjadi medium untuk mendidik generasi millenial karena, selera humor Gen Z yang tinggi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, humor adalah sarana untuk menyampaikan pesan yang damai, dan dampaknya adalah orang lain akan lebih bisa menerima dan menghargai pesan yang disampaikan.

“Saat studium general tadi terdapat diskusi dan mengeluarkan pendapat mengenai isu. Hal tersebut sangat baik karena, itu adalah awal dari segalanya dan keberanian itu modal utama untuk menggapai masa depan kita,” ujarnya.

(Hilyah Afifah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *