Aksi Mahasiswa UIN Jakarta Tuntut Revolusi Sistem UKT – RDK FM UIN JAKARTA

Aksi Mahasiswa UIN Jakarta Tuntut Revolusi Sistem UKT

Suasana Aksi Kepung Rektorat di kampus satu UIN Jakarta


Perkuliahan semester ganjil akan berakhir dan segera berganti dengan semester genap. Setiap tahunnya, masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus meningkat, seakan mencekik mahasiswa yang ingin melanjutkan perkuliahannya. Jumat (27/12) merupakan puncak keresahan mahasiswa UIN Jakarta terkait UKT dan pemira dengan beraksi di gedung Rektorat UIN Jakarta.

Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta, Sultan Rivandi menuturkan, aksi Jumat kemarin merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap pengelolaan UKT yang belum maksimal. Banyaknya mahasiswa yang terancam tidak kuliah akibat golongan UKT yang tidak tepat sasaran, seharusnya menjadi pukulan keras pihak universitas.

“Mahasiswa ingin revolusi pengelola UKT bukan meminta UKT diubah. Dari distribusi, transparansi, hingga penetapan golongan harus jelas,” tegasnya.

Pihak DEMA Universitas mewakili suara mahasiswa sudah mengirimkan tiga kali surat audiensi kepada pihak rektorat, tetapi hasilnya nihil. Aksi “Kepung Rektorat” menjadi pro kontra dikalangan civitas UIN Jakarta, tetapi dalam hal ini hanya ingin membela yang benar dan memperbaiki yang salah.

“Surat kepada rektor dalam rangja duduk bersama membahas UKT dan pemira kiranya disambut baik dan segera ditindak lanjuti agar kejadian mahasiswa terancam putus kuliah tidak terulang,” harapnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester satu, Dea Isnanda mengatakan, sebagai korban dari keganasan golongan UKT menjadi alasan terjun langsung pada aksi tersebut. Dengan keadaan yatim dan kondisi ekonomi menurun, ia tetap mendapat UKT tertinggi, padahal sudah mengajukan banding dan ditolak dengan alasan yang tidak logis.

“Tabungan untuk keperluan selama perkuliah sudah habis, karena digunakan untuk biaya masuk kuliah. Sekarang, terpaksa harus memutar otak untuk membiayai kuliah semester selanjutnya dengan UKT yang tinggi,” keluhnya.

Terdapat 300 mahasiswa yang terancam tidak bisa melanjutkan perkuliahan. Universitas bukan saja kehilangan mahasiswanya, tetapi citra baik kampus juga terancam oleh hal tersebut.

(Irma Lutfiani Ismail)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138