Penutup 2019: Hewan Buas Ancam Keselamatan Warga – RDK FM UIN JAKARTA

Penutup 2019: Hewan Buas Ancam Keselamatan Warga

Sumber foto: Roda2blog.com


Sepanjang tahun 2019, hewan buas seperti ular cobra, tawon, dan harimau mengancam keselamatan warga. Serangan tawon ndas menghebohkan warga karena sengatannya menyebabkan kematian. Begitu pun ular kobra berbentuk anakan yang tersebar di berbagai daerah pemukiman warga dengan jumlah tidak sedikit. Tidak kalah meresahkan warga, harimau tersebar di pemukiman dan menyebabkan kematian.

Dilansir dari kompas.com, tawon ndas tersebar di sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Sepanjang 2019 terdapat 13 kasus kejadian serangan tawon ndas yang menyebabkan dua orang meninggal.

Kemunculan ular kobra terdapat di Ciracas, Jakarta Timur; Jember, Jawa Timur; Sukoharjo, Jawa Tengah; serta Wonosari, Gunungkidul; Depok, Jawa Tengah. Kemunculan ini menyebabkan seorang pedagang dilarikan ke rumah sakit.

Peneliti Herpetologi Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Amir Hamidy mengatakan, kemunculan kobra adalah sesuatu yang wajar. Karena saat ini awal musim hujan yang idealnya musim bagi telur-telur kobra untuk menetas. Ia menuturkan, ular kobra wajar ditemukan di Pulau Jawa karena lokasi tersubut merupakan habitat aslinya.

Harimau Sumatera menggegerkan masyarakat Sumatera seperti Aceh dan Kota Pagaralam. Kemunculan ini diduga karena kerusakan hutan yakni alih fungsi lahan dan pebangan hutan, serta maraknya perburuan rusa, babi, kambing di wilayah tersebut.

 Divisi Search and Rescue KMPLHK Ranita, Muhammad Muhsi Sidik mengatakan, Binatang buas pada umumnya mempertahankan habitat asalnya walaupun mengancam nyawanya, maka hewan tersebut akan mempertahankan dengan melawan.

“Menjaga keselamatan dari hewan buas dengan menjaga dan bersahabat dengan alam. Hal ini karena binatang buas hidup berdampingan dengan kita. Dan, menyukai tempat yang hangat dan lembab. Menjaga kebersihan rumah atau perternakan merupakan faktor pencegah dari binatang buas,” ujarnya.

Delegasi Ranita dalam ekspedisi pencarian harimau jawa dan karnivor besar mengatakan, jika mendapatkan serangan dari hewan buas segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat, dan berinfo untuk menghubungi komunitas binatang buas.

“Langkah kongkrit di Ranita salah satunya divisi advokasi lingkungan. kami telah melakukan ekspedisi harimau dua tahun belakang ini, kami melakukan pendekatan ke masyarakat untuk lebih dalam menjaga alam, dan mendorong pemerintah untuk menggurangi pembukaan lahan hutan yg berada di ujung kulon,” tuturnya.

Ia menyayangkan upaya pemerintah dalam menanggulangi peristiwa ini. Menurutnya, pemerintah memperparah keadaan dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan, dan masifnya pembukaan lahan yang membuat terganggu kehidupan hewan lainnya.

(Hilyah Afifah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138