Tagar UGM Bohong Lagi Jadi Sorotan Masyarakat – RDK FM UIN JAKARTA

Tagar UGM Bohong Lagi Jadi Sorotan Masyarakat

Source: Tirto. Id


Media sosial beberapa hari terakhir diramaikan dengan tagar Universitas Gadjah Mada (UGM) Bohong Lagi. Terbilang pernah terdapat kasus kekerasan seksual mahasiswa UGM yang berujung damai bahkan pelaku dibebaskan untuk lulus tanpa bersyarat. Baru-baru ini, tim perumus UGM yang memiliki kompetensi kajian dalam bidang gender dan kesehatan reproduksi, telah menyusun regulasi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Pasalnya, setelah draf regulasi tersebut diserahkan kepada pihak rektorat UGM untuk dibawa ke bidang Senat Akademik, pasal-pasal yang telah dirancang tersebut justru dipangkas dan memihak kepada pihak pelaku. Seharusnya, peraturan yang telah disusun cukup baik dan dipertimbangkan dalam berbagai aspek termasuk acuan produk hukum yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan pelecehan seksual.

Dikutip dari Tirto.id, ketua tim perumus undang-undang kekerasan seksual, Muhadjir Darwin mengatakan, dari draf yang diajukan tim perumus UGM, seluruhnya meliputi pelecehan seksual, ekploitasi seksual, perkosaan, pemaksaan dan aborsi serta bentuk-bentuk kekerasan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Rancangan regulasi tersebut memuat mekanisme perlindungan dan pelaporan,” ujarnya.

Hal yang membuat masyarakat geram adalah poin-poin yang telah diatur sebagaimana mestinya, justru akan mengancam korban dan melindungi pelaku.

“Kegeraman masyarakat tersebut adalah bentuk dari aspirasi masyarakat yang lahir dari keresahan berbagai macam kalangan sehingga timbulnya hal-hal yang janggal,” ujarnya.

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Pemyiaran Islam (KPI), Departmen Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Wanda Zoerifah mengatakan, kampus sebagai wadah pembelajaran tentu harus menjadi tempat ternyaman bagi mahasiswa agar ilmu yang didapat tidak sia-sia, bukan menjadi tempat yang mengancam hak-hak mahasiswa khususnya perempuan.

Pengajuan perundang-undangan yang dirancang pihak UGM merupakan langkah baik, namun proses pengesahan pihak rektorat justru membuat masyarakat resah akan isu dilindunginya pelaku pelecehan seksual.

“Tagar #UGMBohongLagi menyita banyak perhatian berbagai kalangan merupakan hal yang wajar. Mengingat mahasiswa memiliki hak-hak yang harus dilindungi dalam berbagai aspek salah satunya dilingkungan kampus,” ujarnya.

(Halimatusya’diyyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138