Hari Masyarakat Adat Nasional: Pentingnya Pelestarian Budaya Indonesia

Keragaman adat budaya Indonesia. Sumber foto: nasional.tempo.com


Masyarakat adat merupakan masyarakat yang hidup di suatu wilayah berdasarkan kesamaan leluhur. Dalam rangka menghormati dan menghargai jasa masyarakat adat dalam menjaga aset yang ada sejak dahulu, maka pada setiap 13 Maret diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Nasional.

Anggota Lembaga Semi Otonom (LSO) Sketsa, Sarah Nabila Muklis menuturkan, peringatan tersebut penting supaya melestarikan nilai adat istiadat. Kini, penerapan adat istiadat di kalangan mahasiswa mulai luntur lantaran seiring dengan perkembangan zaman.

“Mahasiswa seharusnya tidak perlu malu untuk melestarikan budaya Indonesia dan bergabung di organisasi yang mewadahi pelestarian nilai adat istiadat,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester empat tersebut menambahkan, pihak LSO Sketsa turut andil dalam pelestarian budaya Indonesia dengan melakukan regenerasi anggotanya.

“Alangkah baiknya budaya Indonesia disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa mengurangi nilai aslinya atau akulturasi. Semoga mahasiswa dapat menjaga dan mempertahankan nilai budaya dan tidak perlu takut dianggap tertinggal di mata orang lain,” pungkasnya.

Mahasiswa FDIKOM, jurusan KPI, semester dua, Muhammad Badrudin Noor Difa menuturkan, peringatan tersebut sebagai wujud apresiasi budaya asli Indonesia dan ajang memperkenalkan budaya lantaran kini budaya asli Indonesia hampir luntur akibat masuknya budaya luar ke Indonesia.

“Saya kurang setuju terhadap penilaian masyarakat yang mempertahankan budaya asli Indonesia adalah masyarakat tertinggal, padahal mereka lah yang menjaga dan mempertahankan budaya asli Indonesia,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, peran pemerintah perlu dalam pelestarian budaya dengan mengenalkan ke masyarakat melalui pagelaran. Semoga mahasiswa dapat ikut andil dalam upaya pelestarian budaya, serta bangga tanpa melupakan budaya Indonesia.

(Falah Aliya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *