Kisah Syifani Wirianisa, Mahasiswi Segudang Prestasi

Syifani Wirianisa, perempuan yang memiliki segudang prestasi ini lahir di Jakarta, 25 Mei 1998. Perempuan berusia 22 tahun tersebut tengah menempuh pendidikan Strata satu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tepatnya di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) jurusan Manajemen Dakwah (MD) semester delapan.  Sebelumnya, Syifa pernah mengenyam bangku pendidikan di SDN Perwira III, kemudian SMPN 21 Bekasi dilanjut SMKN 5 Kota Bekasi.

Sampai saat ini, tercatat 17 organisasi yang pernah digeluti. Dirinya tercatat sebagai Ketua Organisasi Rohani Islam (ROHIS) periode 2014-2015, pada saat yang bersamaan, dirinya menjabat sebagai Sekertaris 2 Paskibra SMKN 5 Kota Bekasi. Diluar itu, Syifa juga pernah menjadi bendahara IROSI (Ikatan Rohis Kota Bekasi) Zona 1 periode 2014-2015. Saat mengemban ilmu di UIN Jakarta, dirinya aktif dalam keorganisasian Lembaga Dakwah Kampus Syarif Hidayatullah (LDK Syahid), baik tingkat fakultas maupun dalam lingkup universitas. Selain itu, dirinya juga tercatat sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah periode 2016-2017, tak lupa, dirinya juga aktif dalam organsisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA-FDIKOM) periode 2017-2018, saat ini dia juga aktif di organisasi Fatahillah Researchers Science and Humanity (FRESH).

Disamping kesibukannya, saat ini Syifa terdaftar sebagai penerima beberapa beasiswa. Diantaranya, penerima beasiswa ETOS dari Dompet Dhuafa,  UIN Syarif  Hidayatullah Jakarta 2016-2020 dengan full funded selama empat tahun. Tak hanya itu, Syifa juga terdaftar sebagai penerima beasiswa Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) LAZNAS BSM 2018, dan juga Smart Leader Preuner yang didapatkan dari Youth Care Indonesia.  Dirinya juga merupakan salah satu penerima beasiswa dari Akademi Kewirausahaan Digital (AKD) Batch 2 2018, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Batch 9 Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) 2019.

“Beasiswa tidak melulu soal uang dan uang. Lebih dari itu, pembinaan terutama bagaimana cara mengatur uang juga penting di dapatkan, karena apabila kita tidak dapat mengaturnya dengan baik, maka uang tersebut dapat habis begitu saja. Karena sejatinya, konsep dari uang itu bukan dilihat dari nilainya, akan tetapi juga dilihat dari keberkahannya.” tambah Syifa

Syifa menambahkan, beasiswa merupakan hak dari semua orang, dalam artian, semua orang dapat mendapatkan beasiswa dan semua kembali kepada individu masing-masing, apakah dirinya ingin menjemputnya atau tidak.

 

Selain beasiswa, Syifa juga dianugrahi Student Achivment Award pada 2016, 2017 dan 2018. Pencapaian tersebut didapatkan karena kontribusi di beberapa perlombaan. Perlombaan tersebut mendapat arahan dari beasiswa ETOS yang  diterima. Seperti lomba nasyid, dan juga lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI).

Berkat prestasinya, Syifa acap kali diundang di beberapa acara sebagai pemantik. Tercatat 28 kali hingga awal tahun, Syifa menjadi pembicara di beberapa acara. Pada tahun 2016, dirinya  menjadi pembicara di kedutaan besar Malaysia dan pada saat itu, Syifa menjadi pembicara termuda dan dianugrahi Student Achivment Award 2016 sebagai pembicara Internasional.

Disamping kesibukannya di bidang akademis, Syifa juga memiliki bisnis hijab, bernama Khimar Syifa. Syifa membangun bisnisnya sejak 2016 dan mengaku membangun bisnis tersebut berawal dari kegelisahannya. Karena pada saat itu, banyak mendengar keluhan dari mahasiswa yang ingin berhijab secara syar’i akan tetapi terbatas oleh uang. Berangkat dari kegelisahan tersebut, akhirnya Syifa memberanikan diri membuka bisnis hijab Syar’i yang berkualitas dan harga yang ramah di kantong mahasiswa. Dalam bisnisnya, dirinya memberdayakan ibu-ibu sekitar rumahnya yang tidak mempunyai pekerjaan untuk bekerjasama.

Menurutnya, manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting. Dirinya membagi kegiatan berdasarkan skala prioritas, jadwal harian dan mingguan, serta target apa yang akan dicapai. Selain itu, mengetahui akan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki diri sendiri juga penting untuk mencapai keberhasilan. Syifa berpesan, untuk jangan pernah berhenti mencoba untuk mencapai apa yang kita inginkan. Karena baginya, selalu ada harapan bagi mereka yang mau mencoba.

”Sebenarnya, ketika Allah memberi kita kesempatan bukan karena kita sudah bisa atau udah jago, tetapi karena Allah memberi kesempatan supaya kita dapat belajar. Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah kelas, dan setiap kejadian adalah hikmah,” tutupnya.

(Kiki Farika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *