Konsistensi Jadi Kunci Kinerja Menteri di Masa Pandemi

LSI Indikator Politik Indonesia Rilis Hasil Survei terkait Kinerja Menteri. Sumber foto: era.id


Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang dilakukan pada 29 Juni hingga 11 Juli 2020, terkait kinerja kabinet dan ekonomi di masa pandemi. Berdasarkan hasil survei LSI, kepuasan masyarakat terhadap kinerja kabinet pimpinan Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai paling memuaskan. Survei dilakukan kepada 1.176 pelaku usaha dari tujuh sektor ekonomi dan sembilan provinsi di Indonesia yakni, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Menukil dari CNN Indonesia, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, M.A., mengatakan, survei tersebut melibatkan pelaku usaha dari mikro, kecil, menengah, hingga besar sebagai respondenya. Pelaku usaha mengakui jika kinerja Sri Mulyani sesuai harapan dan dilanjut Erick Thohir, serta Prabowo.

“Sri Mulyani dianggap paling baik kinerjanya menurut pelaku usaha di semua sektor. Disusul oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebesar 57,7 persen dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebesar 57,6 persen. Sementara, kinerja Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dinilai tidak sesuai dengan harapan, yaitu 32,1 persen,” sebut Burhannudin saat merilis hasil survei pada Kamis (23/07).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta tersebut menambahkan, jika dilihat per sektor, maka pelaku usaha menilai Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Edhy Prabowo sebagai Menteri dengan kinerja terbaik sebesar 41 persen. Edhy bahkan mengalahkan penilaian Sri Mulyani yakni 34 persen.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa FISIP UIN Jakarta, jurusan Ilmu Politik (Ilpol), semester enam, Muhammad Syahrul Yudistira mengatakan, survei tersebut penting untuk pelaku usaha, agar mengetahui feedback terhadap pertumbuhan perekonomian negara secara makro.

“Pada kabinet periode kedua Jokowi ini tidak semua menteri memiliki kompetensi dalam bidang yang dilaksanakan. Maka, wajar saja apabila terdapat menteri yang belum memuaskan kinerjanya,” ungkapnya.

Dirinya menilai, apabila menteri tersebut memiliki integritas, berkomitmen kuat, pekerja keras dan memiliki konsep baik terhadap visi misinya, maka seharusnya dapat melaksanakan dan mentransformasikan kinerjanya di masa sulit pandemi kini.

“Konsistensi adalah kunci dalam menjalankan tugas setiap menteri atau pejabat publik di masa pandemi. Jadi, bagaimana caranya setiap menteri memiliki konsep untuk tetap menjalankan proker dan harus terserap secara optimal,” pesannya.

(Sani Mulyaningsih)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *