Tingginya Kekerasan Ibu Pada Anak di Masa Pandemi

Ilustrasi Kekerasan Ibu kepada Anak, Apa Penyebabnya? Sumber foto: malangtimes.com


Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei secara daring kepada anak dan orang tua secara terpisah, yang dilaksanakan pada 8-14 Juni 2020 dengan melibatkan 25.146 anak dan 14.169 orang tua yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Presentase responden terbesar orang tua perempuan dengan 74,4 persen dan laki-laki 25,6 persen. Hasil survei tersebut, KPAI menyimpulkan kekerasan pada anak terjadi selama masa pandemi dikarenakan beratnya beban ibu selama masa pandemi.

Melansir dari tirto.id, Ketua KPAI, Susanto menyebutkan,  selama pandemi pengasuhan anak di dominasi oleh peran ibu, meliputi edukasi protokol  kesehatan, mendampingi anak beraktivitas di rumah selama masa pandemi, mengajak anak beribadah, serta mengajak peduli terhadap sesama.

“Namun, dalam proses pengasuhan anak selama masa pandemi berdasarkan survei menyebutkan, kekerasan yang dilakukan orang tua khususnya ibu kepada anak baik secara fisik maupun psikis juga dinilai tinggi,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, sebanyak 73% responden ibu mengaku telah melakukan kekerasan psikis ataupun fisik kepada anak selama mendampingi anak berkegiatan dirumah. Hal tersebut lantaran dilatarbelakangi dengan pola asuh ibu yang terbuka dibandingkan laki-laki.

“Pihak KPAI merekomendasikan harus adanya kerja sama dan pembagian peran yang baik antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak. Dalam hal tersebut, peran ayah diharapkan lebih banyak terlibat, karena kelekatan antara anak dan kedua orang tua sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi), jurusan Psikologi, semester dua, Andini Putri Pratiwi menuturkan, dirinya menyayangkan kejadian kekerasan yang dilakukan ibu terhadap anaknya, karena akan berpengaruh pada pisikis anak.

“Saya menyarankan kepada orang tua ataupun calon orang tua untuk mempelajari mengenai dunia parenting, sehingga dapat memiliki pemahaman yang lebih mengenai perkembangan anak, dan meminimalisir angka kekerasan yang terjadi pada anak,” jelas Andini.

Dirinya berpesan, agar orang tua selama masa pandemi dapat mempererat hubungan emosionalnya dengan anak, salah satunya dengan cara berdiskusi atau sekadar menemani anak bermain.

(Kiki Farika Geatalva)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *