Pemprov DKI Jakarta Kembali Berlakukan Sistem Ganjil Genap – RDK FM UIN JAKARTA

Pemprov DKI Jakarta Kembali Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Kendaraan melaju di jalan raya wilayah ganjil genap. Sumber foto: Liputan6.com


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberlakukan aturan ganjil genap bagi kendaraan bermotor, dimulai pada Senin (03/08). Kebijakan tersebut diambil dalam rangka menekan laju penyebaran virus corona, pada klaster perkantoran. Sistem ganjil genap tersebut dimulai dengan sosialisasi selama tiga hari pertama, dan pihak kepolisian akan melakukan penilangan mulai pada hari keempat atau Kamis, (05/08).

Dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, berlakunya kembali sistem ganjil genap merupakan rem darurat atau emergency break dari penyebaran virus corona. Menurutnya, kebijakan tersebut pun sudah sesuai aturan dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Transisi.

“Tujuan pengaturan tersebut bermuara pada prinsip jaga jarak, baik di lingkungan kantor serta di pusat kegiatan. Dishub mengindikasikan volume lalu lintas di Jakarta terus meningkat setiap harinya di fase PSBB transisi,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, volume lalu lintas di beberapa titik ruas jalan di Jakarta telah meningkat. Misalnya yaitu di area Cipete, Jakarta Selatan saat pandemi belum berlangsung, kondisi lalu lintas sekitar 74.000 kendaraan per hari. Kemudian, saat ini angkanya sudah melampaui menjadi 75.000 kendaraan per hari.

“Oleh karena itu, kebijakan ganjil genap menjadi salah satu upaya Pemprov DKI dalam membatasi pergerakan massa. Harapannya, warga yang mendapatkan tugas kerja dari rumah dengan plat nomor, misalnya yang bersangkutan ganjil di tanggal genap, maka warga tersebut akan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), semester empat, Muhamad Raihan mengatakan, aturan sistem ganjil genap bagi kendaraan bermotor kurang efisien jika kembali diberlakukan lantaran banyak masyarakat yang harus bekerja di tengah pandemi.

“Jika ingin menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta atau Kereta Rel listrik (KRL) pun berisiko, mengingat sistem operasional transportasi umum yang belum terstruktur dan dapat menampung banyak penumpang,” ujarnya.

Sebagai pengguna kendaraan bermotor, dirinya berpendapat pemerintah perlu mengkaji kembali sistem ganjil genap tersebut. Pasalnya, jika ingin menggunakan transportasi umum maka perbandingan antara penumpang dengan ketersediaan transportasi umum haruslah sepadan, jika tidak, hal tersebut akan berisiko tinggi.

“Selain itu, jika ingin memberlakukan sistem tersebut pun pemerintah harus diiringi dengan fasilitas yang memadai,” tambahnya.

(Rasya Azzahra)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138