[metaslider id="353"]

Maksimalkan Visi Misi Perguruan Tinggi melalui Merdeka Belajar

Dr. Arief Subhan, M.A., saat menyampaikan materi. Sumber foto: zoom meeting


Dalam rangka mempersiapkan perkuliahan semester ganjil, maka Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta menggelar seminar nasional online bertajuk  “Pembelajaran Efektif di Perguruan Tinggi dalam Konteks Merdeka Belajar”. Acara tersebut diselenggarakan melalui aplikasi zoom meeting, pada Kamis (27/08).

Praktisi, Trainer Nasional dan Konsultan Pendidikan, Ferdinal Lafendry, M.M., MA., mengatakan, berdasarkan hasil penelitian Sharp and Buckley beberapa perguruan tinggi di Amerika banyak mahasiswa merasa kejenuhan dengan sistem pembelajaran. Sedangkan, berdasarkan hasil penelitian Skovholt menyebutkan, faktor pemicu kejenuhan mahasiswa disebabkan rutinitas yang monoton.

“Oleh sebab itu, pentingnya proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Proses belajar secara kreatif dan menyenangkan memiliki tiga prinsip dasar yaitu, berpusat pada anak didik, pengajar memiliki mindset setiap mahasiswa  memiliki potensi dan keistimewaan, serta sebagai dosen mampu mewujudkan potensi mahasiswa,” sebutnya.

Dirinya menjelaskan, terdapat tujuh langkah pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Hal tersebut yaitu diantaranya, great opening (apersepsi), metode pembelajaran yang bervariasi, review dan great clossing, media pembelajaran, rencana pembelajaran, communication skills, dan classroom management.

Jika dianalogikan, mengajar itu ibarat dua sayap, sayap kiri sebagai content mistery dan sayap kanan sebagai creative delivery. Dosen yang menyenangkan merupakan dosen yang caring, loving dan inspiring bagi mahasiswa,” tuturnya.

Dosen FDIKOM UIN Jakarta, Dr. Arief Subhan, M.A., mengatakan, tiga stakeholder pendidikan adalah negara yang memiliki dua kewajiban yaitu, memiliki tendensi membuat regulasi pendidikan, dan menitipkan ideologi kepada mahasiswa/pelajar. Kemudian, stakeholder selanjutnya adalah orang tua dan terakhir adalah mahasiswa/pelajar

“Misi dan tujuan dari Higher Educations (HE) menurut UNESCO adalah untuk mendidik warga negara yang lulus dan bertanggung jawab dan berkualifikasi tinggi. Selain itu, mampu memenuhi kebutuhan semua sektor aktivitas manusia, dengan menawarkan, kualifikasi yang relevan, pelatihan professional, menggabungkan pengetahuan dan keterampilan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini dan di masa depan,” ungkapnya.

Beliau mengatakan, saat ini lulusan yang diharapkan masyarakat harus memiliki kompeten di lima aspek yaitu di antaranya, keahlian professional, fleksibilitas fungsional, inovasi dan manajemen pengetahuan, mobilisasi sumber daya manusia, serta orientasi internasional.

“Merdeka belajar bukanlah yang bersifat mandatori, namun kebijakan untuk memaksimalkan misi dan tujuan perguruan tinggi, serta memaksimalkan usaha memenuhi harapan negara dan masyarakat sebagai stakeholder terhadap perguruan tinggi,” tutupnya

(Diah Ayu)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *