Pro Kontra Wacana Pembukaan Bioskop Saat Pandemi – RDK FM UIN JAKARTA

Pro Kontra Wacana Pembukaan Bioskop Saat Pandemi

Perlunya pertimbangan dan persiapan dalam membuka bioskop saat pandemi. Sumber foto: Kumparan


Pada Juli lalu, wacana pembukaan bioskop mencuat, namun ditangguhkan karena meningkatnya kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kini, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kembali mewacanakan hal tersebut dalam waktu dekat di DKI Jakarta dengan protokol kesehatan. Alasan untuk meningkatkan imunitas tubuh tersebut pun menjadi sorotan lantaran menuai pro dan kontra.

Dilansir dari Republika.co.id, Anggota Komisi IX (Kesehatan) DPR RI Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si., mengatakan, pernyataan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita tentang pembukaan bioskop yang dapat meningkatkan imunitas, karena memberi rasa bahagia itu berlebihan.

“Kenapa hiburan harus dengan bioskop? Masih banyak cara lain. Lagi pula, dengan kecanggihan era digital saat ini, masyarakat dapat mengakses beragam film hanya melalui smartphone atau TV berlangganan tanpa harus ke bioskop,” ujar Netty saat dikonfirmasi Republika.co.id, Kamis (27/08).

Netty melanjutkan, regulasi pembukaan bioskop harus mengatur soal jam tayang, kapasitas ruang, pembelian tiket, dan implementasi protokol kesehatan secara ketat karena keselamatan rakyat harus jadi prioritas. Pastikan juga wacana tersebut bukan semata karena tekanan industri demi alasan pemulihan ekonomi.

“Pembukaan bioskop belum memiliki urgensi, bukankah kita masih berjuang melawan Covid-19, kenapa justru bioskop yang rentan menjadi klaster baru dibuka?,” ujarnya.

Dirinya menekankan, prioritas program pemerintah harus ada penguatan sistem kesehatan sebagai akar permasalahan. Pasalnya, penguatan ekonomi baru bermakna jika keselamatan rakyat terjamin.

Mahasiswa FDIKOM, Jurusan Jurnalistik, semester tiga, Gilsy Lideri mengatakan, pembukaan bioskop memang dapat berdampak positif bagi ekonomi seperti meningkatnya penjualan toko di sekitar bioskop, namun dampak negatif bagi kesehatan pun cukup besar.

“Hal tersebut karena pertimbangan pada awal Juni 2020, Achmad Yurianto yang saat itu sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 menyatakan, sekitar 80% Orang Tanpa Gejala (OTG) ditemukan,” tuturnya.

Menurutnya, bioskop adalah ruang tertutup yang berisiko menimbulkan lebih tinggi penyebaran Covid-19 daripada ruang terbuka, selaras dengan pernyataan World Health Organization (WHO), bahwa Covid-19 dapat bertahan dan menyebar di udara, terutama dengan sirkulasi udara yang buruk.

“Masyarakat pasti memiliki alasan pribadi untuk tidak ingin ke bioskop, begitu pun pemerintah pasti memiliki alasan untuk membuka bioskop. Bagi kaum milenial yang sudah banyak memilih main keluar, memungkinkan mereka akan tetap berkunjung ke bioskop. Namun, ada juga yang memilih tidak berkunjung karena mempertimbangkan aspek kesehatan,” ungkapnya.

(Falah Aliya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138