Hari Kunjung Perpustakaan: Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Perpustakaan utama UIN Jakarta.


Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap tanggal 14 September, bertepatan dengan Bulan Gemar Membaca yang jatuh pada bulan September. Peringatan tersebut ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 1995. Kedua perayaan tersebut bertujuan, untuk pembiasaan berkunjung ke perpustakaan serta meningkatkan kegiatan membaca. Mengingat adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), secara sadar menghalangi setiap kegiatan, termasuk dalam memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang biasanya datang ke perpustakaan.

Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Ilmu Perpustakaan (IP), semester lima, Suci Septi Triana mengatakan, peringatan tersebut penting diadakan karena, minat masyarakat terhadap kunjungan perpustakaan masih minim. Menurut Suci, sebagai sarana informasi dan edukasi, perpustakaan juga berfungsi sebagai rekreasi edukatif. Namun, hal tersebut masih kurang melekat di hati masyarakat.

“Di tengah pandemi Covid-19 merayakan peringatan tersebut tidak harus berkunjung ke perpustakaan, melainkan dapat disiasati dengan menggunakan layanan yang ditawarkan oleh perpustakaan, seperti peminjaman e-book dan mengikuti webinar yang diadakan, serta turut membagikan informasi yang berkaitan dengan literasi melalui media sosial,” jelasnya.

Ia menegaskan, minat baca harus terus ditingkatkan, karena dengan banyak membaca kita dapat melatih pola pikir kita untuk bisa membedakan informasi yang real dan hoaks.

Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Ilmu Perpustakaan (IP), semester tiga, Intan Aulia mengatakan, peringatan tersebut penting supaya banyak orang menjadi tergugah untuk mengunjungi perpustakaan. Kondisi di tengah pandemi, kita harus berkreasi secara online, dengan memanfaatkan media sosial untuk dapat memperingati peringatan tersebut.

“Perpustakaan itu jantungnya ilmu, karena dari buku yang didapat di perpustakaan sudah pasti sumbernya valid. Perpustakaan tidak hanya untuk membaca, tetapi di perpustakaan kita juga dapat melihat video edukasi seperti yang ada di Perputakaan Nasional (Perpusnas),” ujarnya.

Baginya, dalam mengedukasi seseorang supaya gemar membaca yaitu berawal dari diri kita terlebih dahulu yang harus rajin membaca, dari situlah kita dapat mengedukasi atau mengajak seseorang agar mau membaca. Kita juga dapat membuat penasaran seseorang dengan buku yang sudah kita baca. Perihal mengunjungi perpustakaan di tengah pandemi, hal tersebut bisa disiasati dengan perpustakaan digital yaitu meminjam e-book.

(Sitta Sakinatu Yassaroh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *