Debat Kandidat DEMA-U: Jadikan UIN Jakarta Pusat Gerakan Mahasiswa 

Tidak hanya debat calon kandidat di seluruh fakultas UIN Jakarta yang diundur, debat Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) pun mengalami pengunduran hingga jam satu dini hari. Jadwal Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) yang tidak dapat diundur kembali, karena Selasa (1/12) mulai jam 05.00 sudah dimulai e-voting hingga pukul 17.00. Debat DEMA-U dihadiri para panelis, yaitu petinggi UIN Jakarta untuk menguji para calon kandidat.

Dua calon kandidat DEMA-U ialah pasangan calon nomor urut satu, Tubagus Agnia-Pebri Nurhayati, dan nomor urut dua, Syifa’ Nurda Muaffa’-Irfan Abdillah. Keduanya memiliki visi misi yang menjanjikan, yaitu menjadikan UIN Jakarta sebagai pusat gerakan mahasiswa di Jabodetabek. Hal tersebut dipresentasikan dengan berbagai program kerja serta gagasan para calon kandidat.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Bina Bakat dan Minat Mahasiswa, Arief Arianto Aryadi, S.Psi., mengatakan, Debat DEMA-U yang dilaksanakan pada dini hari ini, bukan untuk mencari pemenang atau saling jatuh menjatuhkan, tetapi bagaimana kita melihat penyampaian visi, misi, dan gagasan para calon, yang akan membawa nama universitas selama masa jabatannya.

“Kedua kandidat ini adalah pilihan yang baik untuk dicalonkan, dengan adanya debat ini kita dapat benar-benar melihat dan memilih pilihan terbaik dari yang baik. Siapapun yang akan menjabat sebagai DEMA-U, kami bagian kemahasiswaan berharap mereka dapat meneruskan kinerja DEMA-U sebelumnya, tentu dengan berbagai inovasi demi memajukan dan mengharumkan nama universitas,” ujarnya.

Calon kandidat Ketua DEMA-U nomor urut satu, Tubagus Agnia Wiramulyana mengatakan, UIN Jakarta berperan aktif dalam setiap gerakan mahasiswa di Indonesia, khususnya di Jabodetabek. Kepengurusan DEMA-U sebelumnya sudah mewujudkannya pada saat gerakan Sepetember 2019 lalu, maka saat ini perlu adanya inovasi dalam mewujudkan UIN Jakarta dapat menjadi poros gerakan mahasiswa berskala nasional.

“Gerakan mahasiswa ini adalah gerakan yang berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik itu pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian masyarakat. DEMA-U perlu meningkatkan inklusivitas baik ke internal dan eksternal, yaitu dengan membuka jaringan, dan meneruskan relasi yang telah DEMA-U hari ini lakukan,” ujarnya.

Calon kandidat Ketua DEMA-U nomor urut dua, Syifa’ Nurda Muaffa’ mengatakan, kebersamaan menjadi gagasan, untuk mewujudkan berbagai kebermanfaatan. DEMA-U adalah lembaga eksekutif mahasiswa tertinggi di UIN Jakarta. UIN Jakarta menjadi perguruan tinggi keagamaan terbesar di Indonesia, sudah menjadikan UIN Jakarta sebagai trendsetter bagi DEMA-U di seluruh Indonesia.

“Dalam mewujudkan itu, tentu diperlukan berbagai inovasi yaitu dengan mewujudkan sistem pengelolaan organisasi dalam bingkai kebersamaan, keharmonisan proaktif, serta transparan dengan seluruh civitas akademika UIN Jakarta. Kami akan berdedikasi dengan merealisasikan program kerja yang telah kami rumuskan, untuk menjadikan UIN Jakarta sebagai kiblat gerakan mahasiswa di Indonesia,” pungkasnya.

(Rizka Amelia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *