Efektivitas Batasan Usia dalam Penggunaan Media Sosial – RDK FM UIN JAKARTA

Efektivitas Batasan Usia dalam Penggunaan Media Sosial

Berbagai dampak negatif kerap kali ditemukan dalam pengunaan media sosial, termasuk bagi anak yang sudah mulai aktif bermain di laman media sosial seperti Instagram, Twitter, YouTube, dan lainnya. Pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengusulkan adanya pembatasan usia minimal 17 tahun bagi penggunaan media sosial untuk dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang saat ini masih dalam pembahasan. Lantas, apakah dengan adanya pembatasan usia penggunaan media sosial akan efektif dalam pencegahan dampak negatif media sosial?

Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) UIN Jakarta, Mulia Sari Dewi, M.Si, Psi., mengatakan, pada usia sekitar 7-12 tahun, kemampuan berpikir seseorang masih pada tahap konkrit. Dapat dibayangkan, jika seorang anak melihat atau memainkan media sosial yang terbilang sangat bebas terbuka dan tidak ada penyaringan di dalamnya, tentu akan menganggu perkembangannya seperti perkembangan identitas, sosial dan lainnya.

“Seorang anak di bawah 12 tahun sebenarnya belum bisa memahami dengan baik isi konten bebas, karena kemampuan berpikirnya belum bisa paham mana hal benar atau salah. Maka media sosial merupakan hal yang tidak cocok untuk dikonsumsi anak di bawah umur,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, media sosial itu tidak memiliki filter konten di dalamnya, sehingga seringkali muncul berbagai gambar atau berita negatif yang tidak sepatutnya dilihat oleh anak. Lalu, jika hal tersebut terus dikonsumsi anak maka akan menganggu, serta merusak pertumbuhan kemampuan mentalnya. Adanya RUU tersebut, dinilai cukup efektif dalam mencegah dampak negatif media sosial bagi anak di bawah umur.

“Di samping peran orang tua yang harus tegas mengawasi anak, RUU PDP juga merupakan salah satu cara efektif sebagai payung hukum bagi tindakan negatif, serta kriminal dari penjahat di media sosial,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tiga, Muhammad Aqeel mengatakan, dengan adanya RUU PDP tersebut adalah hal tepat, karena melihat pada situasi saat ini yaitu maraknya anak-anak di bawah umur yang kecanduan memainkan sosial media, serta banyaknya situs yang berbahaya dan cenderung merusak pikiran anak-anak.

“Saat ini masih banyak konten yang bersifat tidak mendidik, contohnya situs yang menjurus ke pornografi, banyaknya hoaks, dan lainnya. Sehingga, pada usia 17 tahun ke bawah, diharuskan untuk banyak mengenal dan memahami hal positif seperti peduli lingkungan, fokus pada mata pelajaran sekolah, keagamaan, dan sebagainya,” sebutnya.

Dirinya berpesan, agar para orang tua lebih tegas dan cermat dalam memberikan isi tontonan yang baik bagi anak, sehingga hal negatif yang ditimbulkan dari media sosial tidak berdampak pada kemampuan berpikir anak.

(Rasya Azzahra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138