Standar CHSE Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Indonesia

Pekerja menggunakan alat pelindung diri saat melayani wisatawan di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/aww.


Dalam rangka mengembalikan kurva perekonomian Indonesia yang stabil, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mensosialisasikan standar protokol kesehatan berbasis Cleanliness Health Safety Environment (CHSE), melalui webinar nasional pada Kamis (3/12). CHSE akan diterapkan di tempat pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif, mengingat roda perekonomian di Indonesia sumber terbesar berada di pariwisata.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Dr.Wisnu Bawa Tarunajaya, M.M., mengatakan, prosedur protokoler kesehatan dan keselamatan berpariwisata menjadi modal utama dalam menumbuhkan rasa kepercayaan turis, kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. CHSE adalah standar kesehatan yang harus diterapkan di seluruh tempat pariwisata, agar perekonomian Indonesia tetap berputar.

“Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) ini memberi banyak pelajaran bagi kita. CHSE ini seharusnya sudah diterapkan meskipun tidak ada Covid-19, karena nenek moyang kita sejak dahulu sudah membiasakan hidup bersih. CHSE ini menjadi solusi untuk melestarikan pariwisata dengan tetap menjaga penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dirinya berharap, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia menerapkan CHSE, karena memasuki libur akhir tahun, tentunya tempat pariwisata akan menjadi destinasi liburan masyarakat. Hal tersebut akan membangkitkan kembali pariwisata Indonesia dan perekonomian warga sekitar.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester lima, Vanggi Eka Riski mengatakan, antara pemerintah dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menerapkan CHSE, karena jika standar CHSE sudah diterapkan, tetapi masyarakat tidak berliterasi dengan standar protokol kesehatannya, maka akan menjadi hal yang sia-sia.

“Dalam laman Kemenparekraf, CHSE diterapkan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dan sektor-sektor yang dirasa sangat memengaruhi dalam bidang ekonomi. Jika penerimaan CHSE dapat dijalani dengan baik dan benar oleh masyarakat dan penggunaan fasilitas umum, maka hal ini akan membantu memperbaiki ekonomi pariwisata Indonesia, meskipun tidak terlalu signifikan, karena tetap harus ada pembatasan wisatawan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika penerapan CHSE sudah dilakukan maksimal, maka tugas pelaku pariwsata dan ekonomi kreatif, adalah menciptakan produk ungulan untuk menarik minat wisatawan. Setiap provinsi di indonesia memiliki produk dan ciri khas yang unik, hal tersebut yang perlu masyarakat explore dalam menciptakan produk unggulan dan menarik minat wisatawan.

(Rizka Amelia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *