Jaga Solidaritas dalam Menyambut HKSN saat Pandemi

Selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), segala aspek dan kalangan masyarakat mengalami kesulitan, baik finansial, pendidikan, dan lapangan pekerjaan. Dalam menyambut Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) pada 20 Desember mendatang, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mengajak masyarakat untuk selalu menjalin hubungan dengan sesama, melalui webinar nasional “Membedah Kesetiakawanan Sosial di Masa Pandemi Dalam Perspektif Kaum Milenial”, pada Kamis (17/12).

Sejarawan sekaligus Pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), Asep Kambali mengatakan, HKSN merupakan momentum solidaritas di Indonesia. Pandemi ini menjadikan hubungan sosial yang biasanya terjadi antara masyarakat terjeda. Bentuk atau rasa keterikatan satu sama lain ini ada yang masih berjalan, dan banyak yang terputus

“Populasi di Indonesia sebagian besar adalah milenial, yang akan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia lima hingga sepuluh tahun ke depan. Perlu adanya sebuah kepekaan milenial, terlebih selama pandemi ini, untuk meningkatkan rasa kebersamaan antara masyarakat di Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, saat ini generasi milenial tidak kehilangan akal untuk selalu menjaga solidaritas dan kebersamaan diantara masyarakat. Salah satunya menciptakan platform untuk saling membantu dan menggalang dana bagi yang membutuhkan bantuan. Dengan saling membantu dan menjaga solidaritas antar masyarakat, akan terus menumbuhkan hakikat dari kesetiakawanan.

“Inovasi yang diciptakan para milenial untuk saling membantu dan berbagi antar sesama adalah sebuah kegiatan yang positif. Cara yang lebih mudah lagi untuk menjaga kesetiakawanan adalah dengan selalu menebar konten positif di jejaring sosial, karena akan selalu menciptakan suasana yang positif dan hubungan baik,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester lima, Raudina Rismadhanty mengatakan, hampir setahun belakangan ini memang banyak sekali ujian di masyarakat. Salah satunya hubungan silaturahim yang harus terputus sementara waktu, akibat dilarang untuk menciptakan perkumpulan atau sekadar bertandang ke rumahnya.

“Hal tersebut sebenarnya bukan masalah, kesetiakawanan dapat kita lakukan dengan menanyakan kabarnya melalui media sosial. Dengan menanyakan kabar sudah memancarkan bentuk perhatian kepada seseorang. Saat ini sedang tren mengirimkan hadiah kepada kawan atau kerabat kita. Hal ini juga turut menjaga solidaritas, dan merupakan bentuk support kepada orang yang kita sayangi,” ujarnya.

(Rizka Amelia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *