LP2M UIN Jakarta Gelar Webinar Bahas Pendidikan Selama Pandemi

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof. Dr. Phil Al Makin saat memaparkan materi.


Situasi pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan. Rektor IAIN Jember, Prof. Dr. Babun Suharto mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran baru bagi perguruan tinggi di seluruh dunia. Terlebih selepas pandemi ini usai, tentu ada hal lain yang perlu dikaji ulang, terutama dalam penyampaian pendidikan pada mahasiswa. Hal tersebut menjadi latar belakang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta mengadakan Webinar Internasional dengan tema ‘Islamic Higher Education after the Covid-19 Pandemic“, pada Kamis (17/12).

Noor Educational and Capacity Development (NECDO) Afghanistan, Dr. Fazal Ghani Kakar menjelaskan, Afganistan merupakan negara yang terkurung daratan terletak di Asia Selatan dan Asia Tengah. Mayoritas pendidikan di Afganistan, berkaitan erat dengan Islam, baik pendidikan formal maupun informal.

“Dalam pendidikan Islam, salah satu kewajibannya adalah membaca Al-Quran. Pendidikan tradisional difokuskan pada hadis, tafsir, dan akidah,” katanya.

Dean of Faculty of Social Science, Kardan University Afganistan, Ahmad Khalid Hatam mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi kendala selama masa pandemi dalam sektor pendidikan di Afganistan, antara lain adanya jarak fisik, pembelajaran yang terputus, kurangnya pengetahuan tentang internet juga platform online, dan koneksi internet yang buruk.

“Dengan begitu, ada beberapa pendekatan yang dilakukan sebagai upaya penanganan, yakni pengajaran dan penelitian secara daring dan tradisional. Selain itu, Afganistan juga mencampur metode pembelajaran OBE dan SCL,” katanya.

Dirinya menjelaskan, sistem Pembelajaran Berorientasi Luaran atau Outcome Based Education (OBE) merupakan metode pembelajaran yang memberi tumpuan kepada apa yang mahasiswa seharusnya lakukan. Metode pembelajaran tersebut memberi tekanan terhadap proses belajar mengajar, sedangkan metode pengajaran Student Center Learning (SCL) merupakan metode pembelajaran yang menempatkan peran siswa sebagai subjek pembelajaran.

“Metode ini memungkinkan siswa belajar lebih aktif, mandiri dan menerapkan serta memahami materi belajar sesuai dengan kemampuan individu masing-masing,” tambahnya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof. Dr. Phil Al Makin mengatakan, pandemi Covid-19 tentu membuat beberapa hal di perguruan tinggi mengalami perubahan, terutama dari segi komunikasi. Hal tersebut berpengaruh pada semangat mahasiswa dalam menjalani masa perkuliahan secara daring.

“Akan tetapi, pandemi ini menjadi pembelajaran untuk ke depannya. Cara komunikasi yang baru dan berlatih kepemimpinan serta manajemen waktu mampu menguji mentalitas dan ketabahan kita,” katanya.

(Milla Rosa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *