Hari Ibu: Pentingnya Peran Sosok Ibu di Berbagai Aspek Kehidupan

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928, Hari Ibu ditetapkan sebagai hari nasional yang kini kita rayakan pada setiap 22 Desember. Saat itu, tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia, serta untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, perayaan Hari Ibu menjadi momen bagi sebagian orang untuk memberikan kejutan kepada ibu berupa kado atau hadiah.

Dosen Fakultas Psikologi (FPsi), bidang ilmu Psikologi (Psi), Yufi Adriani, PhD., Psikolog mengatakan, esensi peringatan Hari Ibu adalah untuk memberikan kesadaran bagi perempuan khususnya ibu, bahwa sosok ibu memiliki peran penting dan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sebagai ibu, orang tua, pekerja dan istri. Selain itu, masyarakat ingin memberikan penghargaan terhadap para ibu bahwa mereka sangat menghargai peran ibu.

“Peran ibu di masa pandemi cenderung lebih menantang, karena harus intensif mendampingi anak terutama bersekolah secara online. Disisi lain berbuah positif, karena ibu dapat secara langsung dan detail mengamati perkembangan anak. Namun, agak sulit untuk ibu yang memiliki lebih dari dua anak dan usianya masih balita, serta ibu pekerja yang harus membagi waktu antara bekerja dan mendampingi anak,” kata Yufi.

Dirinya menambahkan, setiap keluarga pasti memiliki kebutuhan masing-masing tentang sosok ibu seperti apa yang cocok dengan mereka. Namun, dirinya menggambarkan, sosok ibu yang ideal adalah yang dapat menyeimbangkan perannya sebagai ibu, istri dan peran yang lain tanpa harus mengorbankan kebahagiaan diri pribadinya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester lima, Reivani Elhan A menyampaikan, perempuan Indonesia khususnya ibu memiliki akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki, untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial dan sebagainya.

“Hari Ibu sebagai bentuk upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan terutama ibu. Bagi saya, ibu adalah segalanya, ibu sangat melekat terhadap kehidupan, baik saya masih menjadi anak, hidup dan mati sekalipun mutlak tak bisa jauh dari kata ibu,” katanya.

Ia berpesan, untuk semua perempuan khususnya ibu, terima kasih untuk segalanya dalam hal apapun dan tak terkecuali. Jika ibu merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) terima kasih sudah memberikan full of service kepada keluarga yang sangat luar biasa. Jika ibu merupakan seorang wanita karir, ibu hebat dalam menjadi sosok ayah dalam mencari nafkah dan menjadi ibu setelah selesai dengan pekerjaan.

(Sani Mulyaningsih)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *