Reshuffle Menteri, Perlukah Kesesuaian Background Pendidikan?

Di periode kedua menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo bersama wakilnya Ma’ruf Amin, pada Rabu (23/12) resmi melantik jajaran menteri barunya dalam Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta. Dalam pelantikan tersebut, secara resmi diumumkan ke-enam menteri baru, lima wakil menteri, dan dua orang lainnya untuk mengisi jabatan pemimpin tinggi negara.

Namun, dengan dilantiknya enam menteri baru tersebut justru menimbulkan perbedaan pendapat di khalayak terkait dengan beberapa menteri yang diketahui posisinya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan ataupun track record yang dimilikinya. Salah satu menteri yang menjadi perbincangan hangat adalah Budi Gunadi Sadikin. Dirinya menjadi Menteri Kesehatan (Mennkses) pertama non-dokter di Indonesia.

Melansir dari suara.com, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah tidak mempermasalahkan Menkes yang tidak memiliki latar belakang kesehatan. Dirinya mengatakan, Menkes yang tidak memiliki latar belakang medis tidak selalu buruk. Bahkan, dengan begitu Ia bisa lebih mempriioritaskan kinerja di Kementrian.

“Dalam hal ini, terdapat kekurangan dan kelebihan untuuk mengangkat Menkes yang berlatar belakang non-medis. Namun, Saya meyakini bahwa ke depannya Budi mampu membenahi apsek administrator di Kementrian Kesehatan (Kemenkes),” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dengan digantinya Menkes berasal dari non-medis, sisi positifnya adalah dapat melihat aspek kesehatan yang lebih luas. Sedangkan, negatifnya adalah dikhawatirkan Menkes non-medis tidak memahami aspek teknis kesehatan secara menyeluruh.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Soial dan Ilmu Politik (FISIP), Jurusan Ilmu Politik semester lima Nadhil Saktya berpendapat, latar belakang pendidikan menteri cukup berpengaruh terhadap kapasitas menteri untuk memimpin bidang tertentu. Terlebih, jika menteri tersebut memiliki rekam jejak akademik yang sesuai dengan bidang kementeriannnya, agar memberikan dampak yang positif dalam berkontribusi dan bentuk implemetasi yang sesuai dengan kepentingan masyarakat.

“Dengan adanya reshuffle kali ini memberikan dampak baik dalam kehidupan berpolitik dan pengelolaan pemerintahan. Reshuffle tersebut diharapkan berdampak baik pada perubahan sistem tata kelola  pemerintahan,” harapnya.

Dirinya menambahkan, semoga para menteri yang baru diilantik dapat memaksimalkan kinerjanya daan fokus untuk mmelakukan perubahan impresif terhadap bidang kementerian tersebut.

(Kiki Farika G)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *