Saffron: Rempah Termahal Dunia Jadi Tren Kesehatan

Balamuda, kini para pelaku bisnis mulai menggunakan saffron baik dalam bentuk ekstrak maupun helaian untuk kecantikan, kuliner, hingga kesehatan. Namun, Balamuda tahu gak, sih saffron termasuk rempah termahal di dunia, lho! Yuk, simak manfaatnya berikut ini!

Saffron itu apa, sih?

Diperoleh dari Wolipop.detik.com, Kuma-kuma atau saffron merupakan rempah-rempah dari bunga Crocus sativus (bunga pacar). Bunga tersebut memiliki tiga kepala putik yang terletak di luar bunga. Kepala putik inilah yang sering dikeringkan dan disebut saffron, Balamuda.

Dilansir dari Bobo.grid.id, Saffron berasal dari Yunani, tapi tumbuhan ini banyak ditemukan di beberapa negara seperti Iran, Maroko, India, Afganistan, Spanyol, Amerika Serikat, Italia, hingga Belanda. For your information, Iran merupakan penghasil saffron terbesar dengan produksi sekitar 90 persen saffron dunia, lho!

Kenapa, sih, saffron dijuluki rempah termahal di dunia?

Dikutip dari CNN Indonesia,  saffron menjadi rempah termahal di dunia karena proses pertumbuhan dan tingkat panennya yang sulit. Hanya sebagian kecil kepala putik yang benar-benar digunakan. Jadi, dibutuhkan sekitar 75.000 bunga untuk membuat satu pon saja. Kepala putik ini sangat halus dan rapuh, jadi memanen dan mengeringkannya adalah pekerjaan manual yang mahal dan perlu hati-hati, Balamuda.

Bunga berwarna ungu ini hanya mekar selama enam minggu dari akhir September hingga awal Desember. Tanaman tersebut tumbuh paling baik di bawah sinar matahari penuh dan memiliki drainase yang baik, tanah subur di daerah yang kering di musim panas, Balamuda.

Eits, Balamuda perlu tahu nih, kalau bahan ramuan herbal yang popular di Timur Tengah ini mengandung beberapa komponen kimia yang sangat mahal seperti picrocrocin, crocin, dan safranal yang bertanggung jawab terhadap rasa, warna, dan bau saffron, lho!

Ditukil dari Wolipop.detik.com, Saffron dengan ciri khas warna merah terang memiliki rasa sedikit pahit dan berbau harum seperti rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal.

Warna kuning keemasan pada saffron berasal dari kandungan crocin yang menjadikannya sebagai rempah paling banyak dicari di seluruh dunia, lho, Balamuda!

Dibalik predikat rempah yang mahal, kira-kira apa saja ya manfaatnya?

Dikutip dari Healthline, ilmu kedokteran modern mengungkap berbagai khasiat saffron, seperti antikarsinogenik atau pencegah kanker, immunomodulasi atau memperbaiki sistem imun, dan antioksidan.

Sebuah penelitian mengungkapkan, ekstrak saffron secara signifikan mengurangi batuk yang disebabkan oleh asam sitrat, yang menyebabkan saffron diklaim ampuh sebagai anti-tussive alami untuk menyembuhkan batuk pada anak dan dewasa. Tak hanya itu, kandungan safranal dalam saffron bekerja untuk melindungi sel otak dengan cara melawan partikel oxidative-stress dan menghambat neuro-degeneration. Safranal juga dapat meningkatkan daya ingat serta kemampuan belajar pada anak, lho!

Pantas saja dijuluki rempah termahal  di dunia, selain karena penanaman, perawatan, dan memanen yang cukup sulit, saffron juga memiliki khasiat yang menakjubkan ya, Balamuda. Semoga dapat menambah wawasan Balamuda!

(Diah Ayu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *