Gaslighting: Pelecehan Emosional yang Jarang Disadari

Ilustrasi Gaslighting, korban berada di bawah tekanan gaslighter. Sumber foto: klikdokter.com


Balamuda pernah gak sih dengar istilah gaslighting? Ternyata, istilah tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, loh! Terutama buat Balamda yang sedang terikat oleh hubungan asmara, ekhm. Tetapi, ternyata tidak hanya dalam hubungan asmara saja loh Balamuda, dalam kehidupan berpolitik, hubungan kerja kepada bos atau sesama rekan kerja, dan pertemanan, serta orang tua, bahkan tokoh masyarakat pun sering kali ditemukan realisasi dari istilah tersebut.

Jadi, apa itu sebenarnya gaslighting?

Istilah gaslighting pertama kali dipopulerkan dalam film Gaslight tahun 1944. Dilansir dari doktersehat.com, gaslighting merupakan gangguan psikologi berbentuk pelecehan emosional dari seseorang. Biasanya, orang yang melakukan disebut gaslighter.

Hal tersebut dilakukan kepada orang lain guna mendapat kekuatan atau perasaan dirinya yang paling benar. Selain itu, gaslighting termasuk ke dalam kelainan psikologis yang disebut gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder.

Gaslighter memiliki hubungan yang erat dengan perilaku kekerasan, diktaktor, narsis dan pemimpin yang selalu ingin dianggap benar. Gaslighter biasanya akan menggunakan kepercayan dari korbannya untuk mendapat kontrol atas suatu target, mendiskreditkan orang lain, serta menggunakan hal-hal baik di masa lalu untuk memanipulasi. Dengan itu, korban akan merasa tersakiti secara emosional, bahkan tak jarang mengganggu psikisnya dan kehidupan sehari-hari.

Nah, kira-kira apa saja ya tanda-tanda gaslighting?

Melansir dari doktersehat.com yang bersumber dari buku Gaslighting, Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People and Break Free, terdapat lima tanda atau ciri-ciri seseoarang memiliki sifat gaslighting nih Balamuda!

1. Berbohong

Seorang yang memiliki sifat gaslighting akan berbohong dengan terang-terangan dan menjadi pertanyaan bagi yang lainnya, apakah yang dikatakannya benar atau tidak. Tujuan dari gaslighter ialah untuk membuat korban menjadi tidak stabil dan mereka bisa melancarkan tujuan lainnya.

Gaslighters akan melakukannya dari kebohongan kecil kemudian kebohongan yang lebih besar. Ketika mereka telah tertangkap melakukan suatu kebohongan, mereka akan menolak mengakui kebenaran yang ada, walaupun dipaparkan bukti nyatanya.

2. Menyangkal

Gaslighters kan menyangkal hal apapun yang dikatakan korbannya, walaupun korban tersebut memiliki bukti yang jelas. Mereka akan terus menyangkal sampai korban merasa bahwa gaslighter-lah yang benar dan korban akan terus mempertanyakan realitas dirinya hingga akhirnya percaya pada kebohongan yang gaslighter perbuat.

3. Mengancam

Seorang gaslighter akan mengancam korbannya dengan menggunakan sifat bahkan dengan merusak atau melukai yang korbannya miliki. Misalnya saja dalam berumah tangga, gaslighter ini akan menggunakan anak untuk mendukung pendapat bahwa dirinya-lah yang paling benar. Hal tersebut dilakukan karena seorang gaslighter tahu bahwa anak adalah segalanya sehingga ia jadikan sebagai ‘alat’ untuk menyerang korban.

4. Menjatuhkan

Gaslighter akan menjauhkan korbannya setiap waktu dengan kebohongan, manipulasi, komentar sinis, atau pernyataan jahat yang jarang disadari korbannya dan biasanya, gaslighter akan melakukannya dengan hal-hal kecil hingga si korban sulit menyadarinya.

5. Perkataan Tidak Sesuai dengan Tindakan

Gaslighter akan mengatakan hal baik, namun biasanya tidak mereka lakukan. Mereka banyak bicara dan melakukan kebohongan. Dari kelima sifat atau ciri-ciri di atas kita dapat simpulkan secara umum sifat gaslighters di antaranya melakukan upaya provokasi, manipulasi, serta menjatuhkan, dan berbohong.

Nah, apakah Balamuda sedang di-gaslight atau sedang mengalaminya? Berikut tanda-tandanya!

Melansir dari narasi.tv, ciri-ciri kamu di gaslighting adalah sebagai berikut:

  1. Banyak mempertanyakan pada diri sendiri “apakah aku terlalu sensitif?”
  2. Sering kali merasa kebingungan bahkan tidak waras.
  3. Selalu meminta maaf.
  4. Tidak paham kenapa diri tidak bahagia.
  5. Berulang kali memaklumi tindakan buruk seperti kebohongan atau ancaman yang ditujukkan kepadamu.
  6. Merasa sedang dalam situasi yang buruk, tetapi Balamuda tidak tahu apa situasi buruk tersebut.
  7. Mulai menyatakan kebohongan guna terhindar dari cercaan.
  8. Sulit mengambil keputusan, bahkan dalam hal-hal sederhana.
  9. Merasa tidak cukup baik.

Lalu, bagaimana ya cara mengatasi gaslighting?

Jadi, ketika Balamuda sedang merasa terjebak dalam gaslighting, disarankan untuk bercerita kepada orang yang kita percaya, nih. Carilah pendengar yang dapat membantu membuat perspektif korban dipahami dan didengar.

Dilansir dari kumparan.com, beberapa hal yang harus Balamuda lakukan untuk mengatasi gaslighting antara lain:

1. Sadar Akan Pola

Gaslighter akan melancarkan aksinya ketika korban tidak menyadari atau tidak memahami manipulasi gaslighter. Maka, Balamuda harus sadar nih pola yang dilakukan pelaku.

2. Sadarilah Bahwa yang Bermasalah adalah Pelaku

Seperti yang diketahui gaslighter akan membuat seseorang tidak percaya pada dirinya sendiri. Oleh sebab itu, pahamilah yang bermasalah bukan korban melainkan gaslighter.

3. Jangan Ragu Miliki Batasan Interaksi dengan Gaslighters

Minimalisir interakasi dengan gaslighter terutama jika gaslighter ternyata adalah kerabat bahkan keluarga. Jika perlu, luangkan waktu untuk pergi ke konseling atau tenaga profesional agar mendapat jalan tengah.

Nah, apakah Balamuda sedang dalam posisi korban gaslight atau justru gaslighter? Selain kesehatan fisik, jangan lupa untuk memerhatikan kesehatan mental ya, Balamuda!

(Kiki Farika G)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *