Dema FEB Gelar Disputek, Peringati Hari Bumi Sedunia

Suasana saat sesi tanya jawab berlangsung


Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta, menggelar Diskusi Seputar Ekonomi (Disputek), pada Jumat (23/4) dengan tema “Penghapusan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari Kategori Limbah Berbahaya, Apa Kabar Kelestarian Lingkungan Indonesia?”, yang berlangsung melalui Zoom.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Meiki Wemly Paendong mengungkapkan, hasil dari penelitian timbulan abu pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), terus meningkat 9,7 juta ton pada 2019. Lalu sekitar 75%, timbulan abu, tidak dimanfaatkan maupun ditimbun.

“Risiko kesehatan dan jalur pemajanan dari FABA hampir tidak ada. Deregulasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 pun berisiko mempermudah semua jenis pengelolaan, baik pemanfaatan maupun penimbunan akhir. Konsekuensinya, aturan ini mengirimkan sinyal kepada pengelolaan abu, untuk menggunakan metode pembuangan yang paling murah dan berisiko,” ungkapnya.

Wakil Ketua Dema FEB, Royhan Fadiillah menuturkan, bumi sedang rapuh karena aktivitas manusia yang mencemari lingkungan, sehingga perlu adanya sosialisasi dan webinar terkait pentingnya menjaga lingkungan. Ketidakpedulian pada lingkungan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, bahkan pemerintah pun kurang memperhatikannya dengan kebijakan-kebijakan yang penuh dengan kontradiktif.

“Kebijakan pemerintah soal penghapusan FABA yang merupakan limbah sisa pembakaran batu bara, dari kategori limbah berbahaya, memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan dari masyarakat sekitar PLTU. Namun hal ini menjadi pro dan kontra, karena ada yang mengatakan limbah tersebut dapat diolah menjadi batako,” tuturnya.

(Delima Luzen Ahmad)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *