Hari K3 Internasional: Upayakan Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Bagi Pekerja

Ilustrasi buruh pabrik yang sedang bekerja. Sumber foto: betterwork.org


28 April merupakan peringatan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Internasional yang ditetapkan oleh International Labour Organization (ILO). Secara umum, K3 adalah perlindungan hak mendasar pekerja, yaitu hak hidup dan kesehatan di tempat kerja. Peringatan K3 juga merupakan bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat, sehingga dapat mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fachri Fachrezi mengungkapkan, penetapan hari K3 internasional dapat menyadarkan para pekerja untuk memikirkan kesehatan juga keselamatannya.

“Sering terjadi kekerasaan juga pelecehan di tempat kerja karena minimnya edukasi terkait hal tersebut. Selain itu, penegakan hukum di negara indonesia pun dirasa masih kurang tegas dalam menindak para pelaku,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum HMPS Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Muhammad Taufik mengatakan, ditetapkannya peringatan tersebut merupakan bagian dari kesadaran World Health Organization (WHO) dan ILO. Menurutnya, di masa new normal akibat pandemi, para pekerja memang sedang diancam kesehatan dan keselamatannya. Pasalnya, tidak semua pekerja bisa bekerja di rumah.

“Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, tidak ada yang salah bagi masyarakat yang bekerja di tempat kerja, selama penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) sudah sesuai. Namun, tentunya perlindungan pekerja di tengah pandemi harus ditingkatkan dan disepakati oleh setiap perusahaan,” ujarnya.

(Luya Alawiya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *