Jokowi Resmi Lantik Mendikbud-Ristek, Menteri Investasi, dan Kepala BRIN

Proses pelantikan yang dilakukan oleh Jokowi. Sumber foto: presidenri.go.id


Presiden Jokowi secara resmi lakukan reshuffle kabinet pada Rabu (28/4). Reshuffle tersebut dilakukan dengan dilantiknya Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi, Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek).

Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (Himsi) Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Rafi Nabil Muktabar mengatakan, kebijakan peleburan Kemendikbud dan Kemenristek dirasa kurang tepat. Menurutnya, hal tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan kurangnya fokus pada bidang riset dan teknologi, karena harus diurus bersamaan dengan pendidikan dan budaya oleh satu orang menteri yang sama.

“Namun terkait adanya Kementerian Investasi, hal itu diperlukan untuk mengawasi perinvestasian di Indonesia. Terlebih, pemerintah sudah membuka jalur untuk investor-investor asing di Indonesia. Saya harap, reshuffle yang dilakukan pemerintah telah melewati analisis yang matang dan diperhitungkan dampaknya,” pungkasnya.

Staf Bidang Media dan Komunikasi Himsi FST, Jane Alexandry Yasmine menuturkan, mengingat sejak 2020 lalu Indonesia terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),  pendidikan pun dilakukan melalui perangkat digital, sehingga ada keterkaitan antara pendidikan dan teknologi, dengan menghadirkan Mendikbud-Ristek. Begitu pun dengan tren investasi yang terus melejit, menjadi alasan dibuatnya Kementerian Investasi.

“Saya belum bisa menilai kebijakan reshuffle kabinet ini adalah hal yang baik atau malah sebaliknya, karena reshuffle ini dilakukan secara terbatas dari mata publik. Namun terkait adanya Kementerian Investasi, saya harap itu akan membantu masyarakat Indonesia dalam membangun keamanan, kepercayaan, edukasi, dan fasilitas yang layak dalam berinvestasi,” tuturnya.

(Vania Febriana Friskandiar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *