Peringati Hari Buruh, Menaker Imbau Unjuk Rasa Tetap Patuhi Prokes

Aksi peringatan Hari Buruh 1 Mei yang dilakukan pada 2019, di Jakarta. Sumber foto: kompas.com


Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei, selalu dirayakan para buruh dengan melakukan unjuk rasa di berbagai kota, termasuk Indonesia. Dalam sejarah Indonesia terkait Hari Buruh 1 Mei, kala Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden, beliau menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei, sebagai Hari Libur Nasional dan mulai berlaku sejak 2014.

Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Ketenagakejaraan (Menaker) Ida Fauziyah, meminta para buruh mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dalam memperingati Hari Buruh Internasional di tengah pandemi yang belum usai. Bahkan dalam dua minggu terakhir, DKI Jakarta mengalami peningkatan klaster di perkantoran.

“Saya tidak menginginkan pekerja mengabaikan prokes, yang mana dapat menimbulkan klaster baru. Kita dapat belajar pada negara lain seperti India, yang meninggalkan prokes hingga menimbulkan klaster baru yang lebih dahsyat, sehingga ini jangan sampai menimpa kita sebagai warga Indonesia,” ungkapnya.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Muhammad Yusuf mengatakan, Hari Buruh dimaknai sebagai hari dimana seluruh buruh Indonesia memperjuangkan kesejahteraannya, dengan menyuarakan sebuah solidaritas dan protes sebagai kaum pekerja.

“Di tengah pandemi ini, hal yang memprihatinkan dan tidak bisa dihindari adalah merebaknya kasus Pemutusan Tenaga Kerja (PHK), sehingga mengakibatkan banyaknya pengangguran. Namun kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah dibilang efektif, seperti adanya program untuk menyejahterakan rakyat dengan Kartu Pra-Kerja dan juga bantuan sosial lainnya,” pungkasnya.

(Juva Salma Chotika)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *