Glenzi Fizulmi, Cerminan Anak Bangsa Produktif dan Berprestasi

Sosok Glenzi Fizulmi


Glenzi Fizulmi, perempuan berprestasi ini lahir di Jakarta, 21 Juni 1996, mengawali pendidikannya di SDN 02 Pesanggrahan Jakarta Selatan lalu dilanjutkan di SMPN 177 Jakarta Selatan dan SMAN 70 Jakarta Selatan. Glenzi lulus S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tepatnya di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), jurusan Kesehatan Masyarakat. Tidak berhenti di S1, saat ini dirinya juga melanjutkan pendidikan di Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (MKMUI), semester dua.

Saat ini, ia tengah fokus menjadi seorang content creator di Laju Peduli, menulis blog, berorganisasi, serta menjadi freelance di Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (AKLI). Selain itu, dirinya juga memegang program Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk membuat konten-konten semangat agar menolong para anak-anak berkebutuhan khusus.

Selain sibuk kuliah, dirinya juga aktif mengikuti organisasi intra maupun ekstra kampus. Glenzi merupakan Anggota Bidang Seni dan Budaya Duta Islam UIN Jakarta, Ketua Korps Diplomatik Aliansi Perdamaian Global Syarif Hidayatullah State Islamic UIN Jakarta, dan aktif dalam keorganisasi Departemen Publikasi dan Humas SACIHAS Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta.

“Mengikuti banyak organisasi tujuan saya yaitu ingin menebar kebaikan dan manfaat kepada manusia. Selain itu, rasa semangat dalam menggali potensi akan membangun banyak relasi agar nantinya bisa bersilaturahmi dan berkolabarasi kepada Allah dan juga kepada manusia,” ungkap glenzi.

Selain itu, ia juga merupakan anggota REMISYA (Remaja dan Pemuda Islam Masjid Raya) sebagai Ketua Pelaksana “Ladies Day Sit and Sip”, dan menjadi CO Founder & Board Of Director Youth Ranger Indonesia atau disebut YRI merupakan Non Governmental Organization (NGO) yang berperan sebagai wadah pelatihan dan mentoring untuk mengembangkan potensi anak muda.

Glenzi mengaku, pengalaman paling berkesan bagi dirinya ialah saat menjadi delegasi Internasional Health Volunter in PPWNI Malaysia pada 2019. Kala itu, Glenzi dan rekan lainnya mengadakan program edukasi, memberikan penyuluhan kesehatan, dan meningkatkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak di pusat pendidikan warga negara Indonesia di Malaysia.

“Tidak sedikit aktivis yang dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu ataupun tidak terkesan lamban. Tetapi secara pribadi, mereka harus memaksimalkan waktu kuliah dan organisasi. Pada dasarnya, kunci paling penting adalah bagaimana kita mengenali diri sendiri, agar mengetahui seberapa yakin kemampuan yang dimiliki dalam berbagai hal, agar semua bisa berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan,” tuturnya.

Pada tahun 2020, ia juga meraih penghargaan sebagai Penulis Kontributor Buku A “Journey Of Thousand MilesSchonesia” bahkan dalam waktu 2 tahun tersebut, Glenzi meraih prestasi Penghargaan Mahasiswa Berprestasi UIN Jakarta dan menjadi Pembicara Terbaik di Generasi Hijau Indonesia Festival Seminar Nasional.

“Memulai manajemen waktu bukanlah hal yang mudah, karena dibutuhkan komitmen dan konsisten. Sebagai mahasiswa, tentu ada banyak kegiatan baru, entah dari perkuliahan ataupun organisasi, tetapi tanggung jawab dan prioritas harus dijalani. Semua kegiatan dan tuntutan itu akan selalu bersaing merebut waktu. Untuk itu, penting untuk selalu menyelesaikan hal prioritas terlebih dahulu dan membuat jadwal untuk membagi waktu dengan baik.” Ujarnya.

Dirinya berpesan, lingkungan yang baik akan menjadikan pemuda yang produktif. Lingkungan yang baik bukan hanya lingkungan alam saja, tetapi lingkungan sosial, budaya dan sekitarnya. Oleh karena itu, lingkungan yang baik akan mencerahkan masa depan kita.

(Devi Sylvia Hasanah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *