Belum Ada Kepastian, Mahasiswa Tingkat Akhir Harapkan Pengurangan UKT

Kampus UIN Jakarta


Belakangan ini, pemberlakuan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Jakarta menuai pro dan kontra. Mahasiswa angkatan 2017 yang akan memasuki semester sembilan, mengeluhkan permasalahan pengurangan UKT bagi mahasiswa tingkat akhir yang sampai sekarang belum ada konfirmasi lanjutan, sehingga diperlukan kejelasan mengenai hal tersebut.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc., M.A., menuliskan, dalam Surat Edaran (SE) pada Januari lalu tentang Prosedur Pembayaran Pendidikan, yang di dalamnya tertera ketentuan terkait pembayaran UKT bagi mahasiswa UIN Jakarta.

“Pertama, mahasiswa yang tidak melaksanakan pembayaran sebagaimana jadwal yang telah ditentukan, diharuskan mengajukan cuti akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua, mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan lulus ujian skripsi, tesis, disertasi, atau keterangan lulus kuliah sebelum tanggal perkuliahan dimulai, dikenakan biaya UKT,” tulisnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester delapan, Farid Abdullah Lubis mengatakan, bicara soal UKT, mahasiswa angkatan 2017 lebih sepakat untuk meniadakan sistem tersebut dan memilih kembali ke sistem lama, yaitu penyamarataan biaya.

“Pengurangan UKT untuk mahasiswa tingkat akhir, seharusnya dilakukan sejak semester delapan, karena masih banyak mahasiswa tingkat akhir yang masih mengulang. Lalu yang menjadi masalah, selama mengulang ini mahasiswa harus membayar UKT dengan biaya normal, padahal mahasiswa hanya mengikuti beberapa mata kuliah,” ungkapnya.

Dirinya berharap, sistem tersebut diubah dan ada pengurangan UKT hingga 70 persen. Selain itu, diharuskan ada pengurangan UKT bagi kondisi mahasiswa yang tidak menikmati fasilitas kampus secara penuh. Terlebih, apa yang dikeluarkan tidak mendapatkan feedback yang sepadan.

(Delima Luzen Ahmad)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *