Tilik Konflik Palestina dalam Kacamata Hukum

Dosen Fisip UIN Jakarta, Irfan Rachmad Hutagalung, S.H., LL.M., saat menjelaskan materi


Aksi serangan Israel terhadap Palestina, menjadi isu global yang banyak menaruh perhatian dari sejumlah negara. Berkaitan dengan itu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta bersama Persatuan Perbandingan Mazhab dan Hukum se-Indonesia (PPMHSI) mengadakan Webinar Nasional bertemakan “Konflik Tak Kunjung Usai, Jalur Gaza Tak Kunjung Damai”, pada Senin (31/5) melalui Zoom.

Dosen Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN Jakarta, Irfan Rachmad Hutagalung, S.H., LL.M., mengungkapkan, jika menilai kekerasan yang terjadi di Palestina, hal tersebut bukanlah sebuah konflik, melainkan penjajahan.

“Melihat situasi yang terjadi, lebih akurat jika dikatakan sebagai penjajahan dari Israel terhadap Palestina. Hal yang dilakukan Israel adalah pelanggaran hukum internasional, dengan melakukan aneksasi atau pengambilan paksa wilayah Palestina di tepi barat,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI), Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.SI., Ph.D., mengatakan, sebenarnya Indonesia memiliki hubungan yang unik kepada Israel. Meski tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, namun kedua negara tersebut hanya sepakat untuk bekerja sama dalam bidang perdagangan, parawisata, dan keamanan.

“Indonesia bahkan dikabarkan sempat membeli pesawat tempur Israel pada 1978, melalui perantara Amerika Serikat demi menghindari kontroversi. Namun, Indonesia tidak sepenuhnya menentang Israel, Indonesia cenderung tidak ingin mencari masalah dengan elemen-elemen Islam fundamental di dalam negeri sebagai dukungan terhadap Palestina,” pungkasnya.

(Devi Sylvia Hasanah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *