Selaraskan Modernisasi dengan Kebhinekaan dalam Konteks Agama

Ustaz Abdul Somad saat mengisi acara


Pada Senin (30/8), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Jakarta menggelar webinar kebangsaan, bertajuk “Modernisasi Beragama dalam Bingkai Kebhinekaan”, yang berlangsung melalui Zoom dengan dihadiri Ustaz Abdul Somad sebagai narasumber, serta rektor UIN Jakarta.

Pendakwah, Ustaz Abdul Somad menjelaskan, modernisasi dapat diartikan sebagai sesuatu yang baru, dan Islam tidak menolak modernisasi jika bentuknya suatu kebaikan, serta tidak bertentangan dengan akidah Islam.

“Selama masih dalam koridor sosial, ada dua yang menjadi syarat, yaitu tidak diperangi dalam konteks agama dan diusir dari kampung halaman, maka perlu berbuat baik dengan sesama serta bersikap adil,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, jangan benturkan Islam dengan kebhinekaan, karena munculnya Islam tidak mengganggu kebhinekaan maupun menghancurkan keberagaman. Islam itu saling menjaga serta menghormati, dan hal tersebut dapat dibuktikan dengan perkembangan Islam yang dapat berkembang melalui bebagai macam kebhinekaan.

Ketua HMPS PAI UIN Jakarta, Ahmad Rafi Al Hazmi mengatakan, seperti diketahui Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, serta agama, sehingga sudah sepatutnya sikap toleransi dijunjung antara satu dengan yang lainnya dalam bingkai kebhinekaan.

“Selain toleransi, sudah sepatutnya sebagai muslim tetap terbuka dengan keadaan yang ada, karena Islam menerima perkembangan zaman agar dapat terus maju dan berkembang sesuai dengan eranya,” ujarnya.

(Sastra Yudha)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *