Mulai Tatap Muka, Sekolah Diimbau Upayakan Pencegahan Klaster Covid-19

Suasana saat sekolah tatap muka berlangsung. Sumber foto: beritasatu.com


Pasca penurunan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah, pemerintah mengizinkan sekolah untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Namun, kegiatan uji coba tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan klaster baru Covid-19. Lantas, bagaimana upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah hal tersebut terjadi?

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), semester lima, Izmi Pranestika mengaku setuju dengan kegiatan uji coba sekolah tatap muka, sebab perkembangan sosial dan kesehatan psikologis anak pasti terganggu, akibat belajar di rumah selama lebih dari satu tahun kebelakang.

“Meskipun akan memungkinkan timbul kerumunan dan klaster baru Covid-19, kegiatan belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan melalui pencegahan penularan virus, yaitu dengan memerhatikan protokol kesehatan (prokes) murid dan tenaga pendidikan, serta menyediakan peralatan prokes oleh pihak sekolah,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), semester lima, Fauzia Kartika Utami mengakui, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dari rumah berjalan tidak efektif dan memiliki banyak hambatan, sehingga sudah saatnya Indonesia memulihkan kegiatan sekolah tatap muka dengan prokes ketat,

“Pihak sekolah perlu memerhatikan tingkat vaksinasi tenaga pendidikan dan pelajar, apakah telah memenuhi target atau belum. Selain itu, pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab besar atas prokes murid yang didominasi oleh anak-anak, karena mereka belum sepenuhnya memahami adanya Covid-19 dan cenderung lalai dalam menjalankan prokesnya,” ujarnya.

(Vania Febriana Friskandiar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *