Wacana Polri Rekrut Pegawai KPK Tidak Lolos TWK Tuai Polemik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Sumber foto: voi.id


Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagi pegawainya, hingga sekarang masih hangat diperbincangkan. Kabar terbaru, ada sekitar 56 pegawai yang tidak lolos pada tes tersebut, sehinggaa diberhentikan dari pekerjaannya. Menanggapi hal tersebut, Polri berwacana ingin merekrut sejumlah pegawai tersebut untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansinya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, rencana penarikan 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK dilakukan guna memperkuat Korps Bhayangkara. Terdapat beberapa tugas tambahan di Korps Bhayangkara yang berhubungan dengan upaya pencegahan dan mengawal program penaggulangan Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Kami mengirim surat kepada bapak Presiden, untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangana tugas-tugas di Bareskrim Polri. Prinsipnya, Pak Jokowi setuju 56 orang pegawai KPK tersebut untuk menjadi ASN Polri,” tutur Listyo.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), jurusan Ilmu Politik (Ilpol), semester lima, M. Ridhwan Suriawijaya menilai, langkah yang ditempuh Polri bukan solusi yang tepat. Menurutnya, langkah yang semestinya diambil Polri ialah menegakan hukum dengan benar, atas kasus pemecatan para pegawai yang tak lolos TWK.

“Jika nantinya Polri benar melakukan penarikan pegawai KPK yang tak lolos TWK untuk jadi ASN, maka penempatannya harus diperjelas. Selain itu, harus ada persetujuan dari mereka yang tidak lolos TWK di KPK, mau atau tidak bergabung menjadi ASN Polri dan mengabdi di sana,” ujarnya

Ridhwan menambahkan, langkah Polri belum masuk ke ranah pro masyarakat, sebab publik menginginkan adanya peningkatan mood dari kecemasan dan ketakutan, mengingat tindakan korupsi yang merajalela. Akan tetapi, para petugas pemberantas korupsi yang tercatat luar biasa justru diberhentikan.

(Subandi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *