Wujudkan Dunia Inklusif dalam Bidang Pendidikan

Ilsutrasi penyandang disabilitas. Sumber foto: kompas.com


Hingga sekarang, pendidikan inklusif di tanah air masih dihadapkan dengan berbagai persoalan. Dari adanya persepsi hingga kesenjangan atas kebijakan yang dilakukan pemerintah, hal tersebut tentunya masih menjadi urgensi utama dalam mewujudkan dunia yang inklusif, terutama dalam dunia pendidkan.

Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kesejahteraan Sosial (Kessos), Rhasna Fitri menyampaikan, sejak 2014 pemerintah telah berupaya mewujudkan dunia inklusif terutama dalam bidang pendidikan, yang sekarang mulai berkembang baik. Adanya pendidikan inkulsif, dapat dijadikan terobosan utama untuk memudahkan penyandang disabilitas memperoleh pelajaran tanpa merasa berbeda, serta meminimalisir bullying.

“Pada dasarnya UUD 1945 telah dengan tegas menjamin para disabilitas, yang dibuktikan pada pasal 28H ayat 2 UUD 45 yaitu setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan, dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan,” ujarnya.

Anggota Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Charles Dasiva mengatakan, konteks pendidikan inklusif merupakan pendidikan yang mengajak seluruh bentuk perbedaan. Jika melihat dalam bentuk kemanusian, pada dasarnya tidak adanya diskriminasi antara manusia dengan manusia lainnya.

“Pada dasarnya, tanpa kita sadari tantangan utama yang dihadapi para penyandang disabilitas adalah kesulitan dalam memperoleh peluang untuk mengejar segala keinginannya, karena mereka berpikir peluang yang dimiliki terhambat pada seseorang yang tidak menyandang disabilitas” tutupnya.

(Juva Salma Chotika)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *