[metaslider id="353"]

Aplikasi PeduliLindungi Berhasil Lacak Penyebaran Varian Omicron

Aplikasi PeduliLindungi. Sumber foto: pontas.id


Penyebaran varian virus Omricon kembali meluap di Indonesia. Pada Selasa (28/12), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan adanya 47 kasus, sehingga pemerintah terus menyelidiki kasus penyebaran tersebut dengan dibantu langsung melalui aplikasi PeduliLindungi yang telah berhasil mendeteksi masyarakat yang terjangkit varian Omicon.

Anggota Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) dan Medical Researcher Community (MERCY) Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta, Dwi Handayani HS menyebut, meningkatnya kasus Omicron di Indonesia menjadi tugas bersama, baik dari tenaga kesehatan (nakes) dan semua pihak tanpa terkecuali.

“Ada dua kubu yang sampai sekarang masih berselisih pendapat, ada yang mengatakan Omicron itu ringan dan berat. Maka, kita harus pintar menyaring informasi yang diterima agar tidak termakan hoaks. Tetap ikuti protokol kesehatan (prokes), jangan lengah dan lalai untuk Indonesia yang lebih waspada dan siap melawan Omicron,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, untuk mendeteksi Omicron harus dilakukan pemeriksaan laboratorium dan beberapa tahapan lainnya, seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk penegakan diagnosis dari varian Omicron, bukan dengan aplikasi semata. Namun, PeduliLindungi dapat digunakan sebagai korelasi data pemerintah dan nakes tentang peresebaran Omicron.

“Data tersebut dapat terakumulasi pada aplikasi PeduliLindungi, sehingga masyarakat dapat mengakses dan mengetahui persebaran dari varian Omicron ini. Maka dari itu, untuk prokes dan kepatuhan penggunaan PeduliLindungi juga harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester tiga, Bagus Gunawan mengatakan, penyebaran varian Omicron yang terus meluas tentu menjadi keresahan bagi masyarakat. Namun, sangat disayangkan, terdapat banyak yang sudah mulai acuh dalam menjaga prokes.

“Dengan PeduliLindungi, hal tersebut tentu sangat membantu pemerintah untuk memantau mal dan tempat-tempat umum untuk mencegah penyebaran Covid-19, terutama varian Omricon. Namun, penggunaan aplikasi tersebut masih perlu tahapan lebih lanjut agar lebih mudah memantau penyebaran yang terjadi,” ungkapmya.

(Juva Salma Chotika)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *