Menag Rilis Surat Edaran Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Ilustrasi pengeras suara masjid. Sumber foto: fokusjabar.id


Menteri Agama (Menag), Yaqut Coulil Qoumas merilis Surat Edaran (SE) terkait aturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Aturan tersebut tercantum dalam SE Menag nomor 05 tahun 2022, yang diterbitkan pada Jumat (18/20). SE tersebut berisi aturan penggunaan pengeras suara di dalam dan luar masjid, pembatasan pengeras suara sebesar seratus desibel, dan aturan lainnya yang mengatur tata cara penggunaan pengeras suara saat memasuki waktu salat.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, semester enam, Mizan Adlani mengatakan, mengingat umat muslim juga hidup bergandengan dengan umat selain Islam, maka kebijakan tersebut merupakan langkah yang cukup baik, guna menjaga kerukunan dan keberagaman antar umat beragama.

“Dengan adanya pembatasan pengeras suara saat menjelang salat dan hari raya besar Islam, diharapkan kehidupan sosial beragama senantiasa selalu terjaga, meskipun kebijakan tersebut memungkinkan adanya pro dan kontra dari masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, jurusan Studi Agama-Agama, semester dua, Rafi Akbar Setiawan mengatakan, jika penggunaan pengeras suara dipergunakan semestinya, seharusnya hal tersebut tidak akan membuat masyarakat merasa terganggu, khususnya bagi umat non-muslim.

“Penggunaan toa masjid yang terlalu berlebihan dapat diartikan tidak mencerminkan makna dari ajaran islam sendiri, yaitu damai. Aturan tersebut sudah mengatur cukup jelas terkait penggunaan pengeras suara, jangan sampai umat muslim mudah terprovokasi dengan oknum yang ingin menilai buruk aturan tersebut,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah tentu sudah memikirkan dampak dari dibuatnya aturan tersebut, sehingga dapat dipatuhi demi menciptakan kerukunan antar umat bergama di indonesia.

(Surya Mahmuda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *