Indonesia Masuk dalam Penerima Transfer Teknologi Vaksin mRNA

Ilustrasi Cairan Vaksinasi Covid-19. Sumber foto: CNN Indonesia


Melalui konferensi pers beberapa hari lalu, World Health Organization (WHO) menyebut setidaknya terdapat lima negara yang masuk ke dalam proyek perluasan vaksin Covid-19, dan Indonesia menjadi salah satu yang dituju. Progam tersebut dimaksudkan agar negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dapat membuat vaksin Covid-19 dan obat terapi secara mandiri.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), jurusan Pendidikan Dokter, semester empat, Fauzia Ilman Naqiya menuturkan, dengan adanya kabar bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang menerima teknologi mRNA dari WHO, membuktikan adanya kemajuan serta kepedulian dari lembaga kesehatan dunia dan upaya untuk membantu negara yang dituju terus berkembang.

“Teknik pembuatan vaksin menggunakan mRNA dari suatu patogen merupakan teknik yang paling mutakhir sejauh ini dibandingkan teknik lain, seperti dengan virus yang dilemahkan atau menggunakan vektor. Efek samping vaksin mRNA sendiri lebih sedikit dibandingkan dengan yang lainnya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, pemanfaatan teknologi tersebut akan berjalan dengan baik dan efektif atau tidak, tergantung kesadaran masing-masing. Tidak hanya mengandalkan vaksin, tapi juga perlu dibarengi dengan mematuhi prokes, menjaga jarak, mencuci tangan yang bersih, dan kiat-kiat lainnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Manajemen Pendidikan (MP), semester enam, Dini Aulia menuturkan, walaupun teknologi tersebut dinilai sulit untuk dikuasai, tetapi dapat tetap berjalan dengan baik dikarenakan rencana transfer teknologi mRNA akan membawa banyak manfaat.

“Dengan adanya transfer teknologi tersebut, Indonesia dapat memiliki akses setara untuk mengatasi Covid-19, dan teknologi mRNA dapat diakses serta dijalankan oleh semua negara,” ujarnya.

(Al Ghifari)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *