UNHCR Kecam Diskriminasi Terhadap Orang Kulit Non-Putih asal Ukraina

Ilustrasi pengungsi dari Ukraina. Sumber foto: Kumparan


Konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai hingga saat ini cukup berdampak, khususnya terhadap orang kulit non-putih yang mengungsi dari Ukraina. Banyak dari mereka yang mendapatkan tindak diskriminasi hingga rasisme saat tengah mencari perlindungan ke perbatasan negara. Dunia mengecam hal tersebut, terutama dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang terfokus terhadap pemenuhan kebutuhan pencari suaka.

Dilansir dari Kompas.com, Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi, Filippo Grandi mengkritik perlakuan diskriminatif yang diterima sebagian pengungsi dari Ukraina. Terdapat banyak laporan mengenai insiden mengerikan tentang diskriminasi, kekerasan, dan rasisme yang tidak bisa diterima.

“Kita menyaksikan realita yang buruk bahwa sebagian warga kulit hitam dan cokelat yang kabur dari Ukraina tidak mendapatkan perlakukan yang sama dengan pengungsi berkulit putih. UNHCR akan terus memastikan tanggung jawab global untuk semua pengungsi dan tidak perduli dari mana asalnya,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), semester empat, Rizka Indah Pratiwi menuturkan, perlakuan yang didapat oleh pengungsi non-kulit putih merupakan tindakan yang buruk.

“Manusia seharusnya mendapatkan hak yang sama dan tidak seharusnya ada perbedaan dalam memandang warna kulit terutama saat situasi genting. Tindakan tak etis tersebut juga termasuk ke dalam tindak pembullyan yang dapat merusak rasa percaya diri saat tengah berada di khalayak ramai,” jelasnya.

Dirinya berharap, para pencari suaka mendapatkan hak dan keadilan yang layak, serta segara mendapatkan tempat singgah tanpa melibatkan ras dan diskriminasi.

(Surya Mahmuda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *