Muthia Afifah menjadi Duta Pendidikan Inteligensia Banten 2022

Muthia Afifah sesaat setelah mendapat penghargaan menjadi Duta Pendidikan Intelegensia Banten 2022.


Muthia Afifah, seorang mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris yang berusia 22 tahun, berhasil mencapai tujuannya menjadi Duta Pendidikan Inteligensia Banten 2022. Pencapaian tersebut tidak didapat dengan cuma-cuma, melainkan dengan usaha dan perjuangan yang gigih.

Dilatar belakangi oleh kecintaannya dalam dunia pendidikan membuat dirinya yakin bahwa berada dalam lingkungan Duta Pendidikan akan membawanya belajar dan lebih memahami arti pendidikan, karena bertemu dengan orang-orang yang satu visi dan misi dalam pendidikan.

“Saya memberanikan diri mendaftar, meskipun rasa minder akan terpilih lebih besar daripada rasa percaya diri untuk lolos. Namun, saya menanamkan keyakinan bahwa saat saya tidak berani mencoba berarti saya sudah kalah sebelum benar-benar tahu kedepannya akan seperti apa,” ucapnya.

Perempuan yang lebih akrab disapa Muthi ini, tidak pernah berekspektasi tinggi akan terpilih menjadi salah satu Intelligence Category, karena menurutnya kategori tersebut berat untuk diemban. Dirinya tidak terfokus pada kategori tersebut, namun tetap melakukan yang terbaik.

“Seperti yang kita ketahui, inteligensia adalah seseorang yang sangat cerdas dalam banyak hal. Namun, saya masih jauh dari itu. Pada dasarnya, motivasi untuk mendapatkan kategori inteligensia itu sebenarnya tidak ada, karena saya yakin ada orang lain yang mungkin lebih tepat untuk itu. Akhirnya pada saat karantina, saya tidak terfokus pada kategori tersebut, namun tetap melakukan yang terbaik yang saya bisa. Setidaknya saat nanti saya tidak membawa gelar apapun, saya tidak menyesal karena saya puas dengen diri saya yang sudah melakukan yang terbaik versi saya,” ungkapnya.

Muthi mengaku sempat mendapat kendala, yaitu tidak diterima sebagai finalis Duta Pendidikan Banten saat pengumuman 30 besar finalis. Dirinya dengan perasaan yang tentu saja kecewa dan sedih langsung pergi menjumpai jurinya untuk sekadar mengucapkan terimakasih kepada mereka. Namun, keajaiban dari doa dan usahanya menghasilkan hal baik, dirinya dikabarkan kembali masuk menjadi peserta 30 besar Duta Pendidikan Banten, karena ada satu orang finalis yang mengundurkan diri.

Tugas dari Duta Pendidikan yang diberikan untuk Muthi adalah advokasi keberbagai lini pendidikan mulai dari pengabdian, program pendidikan, dan sosialisasi pendidikan di seluruh daerah yang ada di Banten. Untuk saat ini, sudah berjalan satu program pendidikan yaitu “One Day” yang berlokasi di taman baca Kota Tangerang. Mendapat kepercayaan sebagai Duta Pendidikan tentunya banyak hal yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan.

“Saya berharap, dengan bergerak di dunia pendidikan serta menyuarakan hal-hal yang perlu diperbaiki dari dunia pendidikan, daerah-daerah terpencil seperti Kabupaten Lebak tidak kekurangan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah yang layak. Dengan pengabdian yang saya jalani di Kabupaten Lebak, muncul sebuah keinginan itu untuk segera saya wujudkan. Hal itu juga saya lakukan untuk mengembangkan critical thinking, pengetahuan, serta pendidikan anak-anak dan siswa yang berada di daerah terpencil,” ucapnya.

Mengemban amanah sebagai Duta Inteligensia membuat Muthi merasa takut untuk berbuat salah. Harapan dan ekspektasi banyak orang tentang gelar tersebut sangatlah besar. Namun, dalam hal ini dirinya merasa masih kurang mampu dan sedikit rendah diri. Tapi, dari ketakutan-ketakutan tersebut, mampu membuatnya  merasa tertantang untuk menjadi lebih baik dan ingin melakukan kontribusi-kontribusi yang bermanfaat. Kontribusi yang telah dilakukan Muthi salah satunya adalah sosialisasi tentang pendidikan di media sosial.

Visi Muthi menjadi Duta Pendidikan Intelegensia Banten 2022 adalah “Petang Pendidikan” yang artinya Pemuda Tangguh Pendidikan. Kedepannya, dirinya ingin menjadikan pelajar Banten memiliki personality yang percaya diri, mempunyai rasa motivasi yang tinggi untuk belajar di tengah keterbatasan, mempunyai daya saing dan critical thinking yang mumpuni. Terakhir, Muthi juga berpesan untuk mahasiswa dan anak muda “You can if you think you can and don’t forget to be the best version of yourself”.

(Nurul Lutfia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *