Cegah TKI Ilegal, Kemenlu Imbau Masyarakat Tak Tergiur Gaji Fantastis

Ilustrasi TKI Ilegal. Sumber foto: CNN Indonesia


Ditengah maraknya kasus Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berangkat secara ilegal, membuat Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) meminta masyarakat tak tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan gaji fantastis. Hal tersebut bertujuan guna menghindari kasus TKI ilegal yang dipekerjakan secara tidak pantas belakangan ini.

Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kesejahteraan Sosial (Kessos), Fachry Akbar menuturkan, jika ditarik ke garis permasalahannya, kasus tersebut dominan diakibatkan karena adanya desakan ekonomi sehingga membuat para TKI lebih memilih jalur ilegal.

“Janji manis dan prosedural yang singkat membuat masyarakat tergiur sehingga mudah menerima pekerjaan tersebut. Dengan adanya sosialisasi dan sinegritas secara rutin antara pemerintah dan masyarakat maka permasalahan tersebut dapat cepat teratasi,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, masyarakat sebagai insan perubahan harus bijak dan cerdas. Bagi TKI yang sudah terlanjur bekerja di luar negeri secara ilegal wajib melapor kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalu Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sehingga dapat segera diberikan jaminan dan perlindungan hukum.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester empat, Fadel Muhammad Razak mengatakan, saat ini sudah mulai banyak penawaran kerja secara ilegal ke luar negeri melalui sosial media yang membuat masyarakat harus lebih berhati-hati.

“Masyarakat harus selalu melakukan crosscheck dan mencari sumber yang jelas. Kualifikasi yang mudah serta gaji yang tinggi ditawarkan kepada masyarakat membuat mereka tergiur untuk mencoba kerja secara ilegal di luar negeri. Banyak pengaduan dari keluarga pekerja bahwa para pekerja disana tidak dipekerjakan sesuai prosedural,” jelasnya.

Dirinya berharap, pemerintah lebih sering mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran yang tidak jelas sumbernya dan bisa lebih tegas dalam menyikapi kasus tersebut.

(Nurul Lutfia Maryadi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *