Produk Impor Merajalela, Produk Lokal Dikesampingkan

Ilustrasi pengimporan barang. Sumber foto: ukmindonesia.id


Produk impor masih sangat merajalela di pasar industri Indonesia. Fenomena tersebut yang terus berlanjut membuat produk lokal selalu dikesampingkan. Menurut The World Factbook, Indonesia menduduki peringkat 28 dari 192 negara pengimpor terbesar. Beberapa produk yang sering diimpor seperti fasilitas kesehatan, obat-obatan, alat pendidikan, brand fashion, mesin, dan elektronik. Desember lalu nilai impor Indonesia mencapai US$ 21,35 miliar yang berarti naik 10,51% dibanding bulan November yang hanya sebesar US$ 19,32 miliar.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Ekonomi Syariah, semester empat, Igar Affan Thoriq mengatakan, impor merupakan salah satu bentuk tidak mencintai produk lokal Indonesia. Sebenarnya produk lokal di Indonesia sudah sangat baik dan semakin berinovasi.

“Dapat dilihat dari berbagai akun sosial media para pengusaha muda yang mendistribusikan produk buatan mereka diinternet semakin ramai. Seharusnya para pemerintah memberikan edukasi dan pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan intens agar produk lokal dapat digarap ke dunia internasional,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah juga harus mempermudah akses perizinan produk lokal semudah mengizinkan produk impor karena jika diproses perizinan pun dipersulit akan semakin sulit produk lokal untuk berkambang.

Pelaku UMKM yang pernah mengimpor barang, Tarmidzi Lukman menjelaskan, produk impor memiliki beberapa kelebihan seperti prosesnya yang lebih mudah dan harganya lebih murah. Namun kualitas yang didapat tidak sebagus produk lokal.

“Indonesia sangat memiliki potensi besar untuk menguasai pasar dunia dengan cara memasarkan produk lokal dengan serius dan bertahap agar bisa dikenal dan laku di pasar internasional. Semoga Indonesia semakin maju dalam perkembangan ekspor-impornya karena Indonesia perlu menjadi pemasok pasar internasional dengan produk-produk yang sangat berkualitas,” pungkasnya.

(Nazwa Rizqia Kamila)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *