PPM UIN Jakarta Gelar Pembukaan Resmi KKN 2022

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis, MA saat pembukaan resmi KKN 2022


Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta, gelar pembukaan resmi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema “Penguatan Program Pengabdian Masyarakat yang Inovatif Menuju Rekognisi Global”. Acara tersebut bertempat di Auditorium UIN Jakarta pada Rabu (25/05) yang di hadiri Rektor, Kepala PPM, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M)  UIN Jakarta.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis, MA mengungkapkan, dengan adanya peningkatan partisipasi mahasiswa dalam program KKN menjadi salah satu wujud implementasi mahasiswa dalam pembelajarannya.

“Selain itu KKN merupakan proses agar mahasiswa dapat dengan segera menyelesaikan pendidikannya dalam jenjang Strata Satu (S1) dan nantinya akan ada perubahan dalam sistem perancangan pembelajaran. Contohnya pada semester tiga sudah mulai membuat proposal penelitian, selanjutnya semester empat membuat proposal skripsi,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, semester lima sudah difokuskan untuk menjalankan kegiatan KKN dan maksimal semester delapan sudah melaksanakan wisuda. Untuk kedepannya tidak  ada lagi menggunakan konsep  “mahasiswa semester sepuluh” dalam pendidikan di UIN Jakarta.

Ketua LP2M UIN Jakarta, Prof. Drs. Jajang Jahroni, M.A., Ph.D. mengatakan, KKN memiliki makna filosofis yang mendalam untuk mengabdi dalam masyarakat dalam jangka waktu satu bulan. Diharapkan mahasiswa memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk belajar terjun langsung di dalam KKN.

“Tujuan diadakannya KKN yaitu untuk mengetahui situasi kondisi secara langsung berbagai pulau di Indonesia. Terlebih lagi agar mahasiswa terlepas dari zona nyaman serta mampu menyerap pengetahuan dan skill baru yang akan di dapatkan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, fungsi dari KKN yaitu agar mahasiswa mampu berinovatif. Inovatif sendiri terbagi menjadi dua, yakni pembaruan dan mengandung unsur kebermanfaatan. Sudah selayaknya sebagai mahasiswa harus memiliki sikap “We Belong Community and We Have Survive to Community”.

 

(Arifah Salastiani Intan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *