Strategi Mengatasi Overthinking Agar Hidup Lebih Bahagia

Gambaran seseorang yang terjebak dalam over thinking. Sumber : Tempo.com


Balamuda, pernah gak sih mengkhawatirkan sesuatu, entah itu pekerjaan, keluarga, hubungan asmara, atau lainnya?

Tapi jika Balamuda memikirkan hal-hal itu secara terus-menerus, bisa jadi kita terjebak dalam perilaku overthinking. Perilaku ini jelas tidak sehat dan dapat menimbulkan stres saat kita memikirkan sesuatu yang negatif seperti, mengingat masa lalu, dan mengkhawatirkan masa depan. Kita hanya merenungkan suatu masalah tanpa mencoba untuk mencari solusi.

Nah, kalau dianalogikan, hal ini hampir sama seperti kaset berisi lagu negatif yang diputar berulang-ulang di kepala kita. Bagi mereka yang sering overthinking, psikoterapis dari Cleveland Clinic Natacha Duke, MA, RP memberikan strategi untuk menghentikan kebiasaan ini.

Balamuda pasti mau kan terlepas dari overthinking? Yuk simak!

Menjalani terapi

Yang pertama nih Balamuda, Duke menyarankan terapi perilaku cognitive behavioral therapy (CBT), jika kebiasaan ini sudah terlalu paparah.

“CBT membantu kita belajar bagaimana mengidentifikasi, kemudian menantang dan membingkai ulang pikiran negatif kita serta mengatasi kekhawatiran dan kecemasan dengan cara yang lebih sehat,” jelasnya. Setuju gak nih, dengan sarannya?

Menyisihkan waktu untuk khawatir

Pilih waktu dalam sehari untuk menerapkan periode khawatir, setidaknya sekitar 30 menit. Pertama, tulis semua kekhawatiran kita, lalu periksa daftar yang bisa dipecahkan dan pilih yang bisa dikendalikan.

“Ketika ada sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan, seperti reaksi orang lain terhadap suatu situasi, usahakan untuk membiarkan hal itu sementara” wajib dilaksanain nih Balamuda.

Mengubah cara berandai-andai

Apakah kita sering memikirkan sesuatu seperti “bagaimana jika saya kehilangan pekerjaan?” atau “bagaimana jika saya sakit?”

Pemikiran seperti itu akan menimbulkan masalah. Oleh karenanya, gantilah pengandaian itu dengan kalimat “jika nanti saya kehilangan pekerjaan, maka saya akan melakukan sesuatu dengan melihat lowongan di situs pencari kerja”.

Strategi yang bagus bukan? Jangan lupa praktikan mulai saat ini ya balamuda!

(Arifah Intan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *