Atasi Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Gunakan Tes WGS

Ilustrasi subvarian omicron BA.4 dan BA.5. Sumber foto: Suara.com


Pemerintah akan tingkatkan pemeriksaan varian baru Covid-19 melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS). Hal tersebut dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus positif Covid-19 dan masuknya subvarian omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Hal tersebut dijelaskan dalam jumpa pers pada Rabu (15/06) oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), jurusan Ilmu Keperawatan, angkatan 2018, Riska Yulia mengatakan, kebijakan pemerintah sudah cukup baik untuk mencegah atau mengurangi penularan dari varian Covid-19 yang baru. Tes WGS sangat diperlukan dengan memastikan efektivitas alat tes khususnya di pintu-pintu masuk.

“Perkiraan kasus subvarian BA.4 dan BA.5 dapat melonjak naik beberapa bulan ke depan. Karena lonjakan tersebut sudah terjadi di berbagai negara jadi tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami lonjakan juga,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah belakangan telah memberi banyak kelonggaran namun pada akhirnya banyak masyarakat yang menyepelekan dan mengakibatkan lonjakan kasus Kembali. Diharapkan Indonesia tidak mengalami kenaikan kasus yang signifikan dan tetap dalam keadaan stabil.

Perawat Rumah Sakit Grha MM2100, Muhammad Alpen mengungkapkan, dari hasil riset telah dipastikan kedua subvarian tersebut memiliki kemampuan setengah kali lebih cepat penularannya dibandingkan omicron asli. Namun ancaman lonjakan kasus diperkirakan tidak akan lebih berbahaya dibandingkan dengan wabah varian delta tahun lalu.

“Tes WGS berbeda dengan tes PCR. Tes WGS sendiri adalah metode pelacakan genetik suatu organisasi seperti bakteri dan virus dengan cepat. Diharapkan masyarakat tidak keberatan dan menaati kebijakan pemerintah untuk diperbanyak tes WGS demi keamanan bersama,” tuturnya.

(Jelita Mawar Hapsari)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *