Greenpeace Kritik Pemerintah DKI Jakarta Terkait Buruknya Kualitas Udara

Ilustrasi buruknya udara di DKI Jakarta. Sumber foto: Duniajunko.com


Organisasi lingkungan global Greenpeace mengkritik pemerintah DKI Jakarta soal kurangnya imbauan kepada masyarakat terkait buruknya kualitas udara. Berdasarkan United States Air Quality Index (US AQI) pada Rabu (15/06), Provinsi DKI Jakarta menempati posisi 183 AQI, yang berarti masuk dalam kualitas udara paling tidak sehat nomor satu di dunia.

Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Astrid Yuniara Dewanti menuturkan, AQI Jakarta masuk kedalam kategori terburuk yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius bagi orang yang menghirupnya.

“Mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat serta adanya transparansi data melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) akan membuat masyarakat aware dengan kualitas udara di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, merumuskan kebijakan regulasi, membatasi penggunaan kendaraan pribadi, hingga melakukan pemantauan data melalui ISPU merupakan langkah bijak yang dapat dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat guna mengurangi buruknya kualitas udara.

Mahasiswa Fikes, jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), semester empat, Salwa Tazkia Fitria menuturkan, Jakarta tidak hanya sekali dinobatkan sebagai provinsi dengan kualitas udara terburuk di dunia. Kritikan yang dilayangkan oleh Greenpeace sangatlah tepat.

“Kritikan tersebut dapat menjadi sentilan keras bagi pemerintah karena masifnya aktivitas pencemaran udara di Jakarta. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat memperparah indeks kualitas udara,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, upaya pencegahan seperti mengurangi pemakaian energi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, serta mendaur ulang sampah, merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan oleh semua pihak agar indeks kualitas udara di Jakarta dapat semakin membaik.

(Surya Mahmuda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *