Dua Subvarian Baru Covid-19 Diklaim Lebih Ringan dari Omicron

Ilustrasi virus Corona. Sumber foto: Kompas.com


Dua subvarian baru Covid-19 yang telah teridentifikasi sejak awal Juni lalu telah diklaim oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa gejala virus tersebut lebih ringan dari varian Omicron maupun Delta. Kemenkes mengimbau untuk tidak terlalu mempermasalahkan subvariannya.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), Jurusan Pendidikan Dokter, semester empat, Mochammad Idlofy Diandra menjelaskan, virus Corona merupakan tipe virus RNA yang secara alami mudah mengalami mutasi. Maka dari itu tidak heran jika terdapat varian-varian baru yang bermunculan dengan dampak dan jangka waktu yang sulit diprediksi,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, meskipun tingkat keganasan varian baru lebih ringan, tetapi dengan kemampuan penularan yang tinggi masyarakat harus tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebaiknya masyarakat tetap mematuhi aturan dari pemerintah dan meminimalisir dampak buruk dari mutasi virus yang terus terjadi.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), semester empat, Indri Alfi Yant mengatakan, sebenarnya subvarian tersebut sudah tidak perlu dipermasalahkan sebab yang pasti dari setiap virus akan mengalami mutasi yang dapat diantisipasi diri sendiri untuk melakukan pencegahan.

“Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan protokol yang ada guna memutus serta menghindari penularan baik Covid-19 maupun varian barunya. Saya harap pemerintah bisa terus lebih tanggap ketika kenaikan kasus kembali terjadi,” ujarnya.

(Al Ghifari)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *