Tutupnya Pintu Doraemon Hambat Akses Mahasiswa UIN Jakarta Beli Kebutuhan Kuliah

Foto pintu doraemon UIN Jakarta.


Pintu kecil berwarna hijau yang akrab disebut dengan pintu doraemon belakangan ramai menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa UIN Jakarta dan pedangang di kawasan Pesanggrahan. Hal tersebut dikarenakan mempersulit akses mahasiswa untuk membeli makan dan kebutuhan kuliah serta mempersulit pedagang. Namun hal tersebut tuai pro dan kontra oleh beberapa pihak.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester empat, Wildan Asaufi mengatakan, pintu doraemon yang masih ditutup sedangkan perkuliahan sudah mulai offline sebenarnya sangat tidak efektif dan menyusahkan mahasiswa.

“Jarak dari pintu gerbang UIN Jakarta ke Pesanggrahan cukup jauh. Pihak kampus terlihat seperti menghalang rezeki para pedagang dan juga mahasiswa yang hidup di luar tanggungan orang tua sehingga memilih berkuliah sambil berjualan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, semoga kebijakan apapun yang ada di UIN Jakarta dapat disahkan secara jelas dan tanpa bertele-tele agar semua peraturan atau kebijakan dapat berjalan dengan baik.

Mahasiswa FDIKOM, jurusan KPI, semester empat, Fadel Muhammad Razak mengatakan, sangat amat disayangkan jika pintu doraemon tersebut masih ditutup hingga sekarang karena banyak sekali para mahasiswa yang mengharapkan pintu tersebut dibuka saat perkuliahan sudah offline.

“Pintu tersebut akan membantu dan mempermudah mahasiswa untuk membeli makanan dan ke tempat fotokopi. Terkait ketakutan dan kekhawatiran pihak rektorat karena banyaknya penjual yang lalu lalang tanpa izin sebenarnya dapat ditanggulangi dengan memberikan arahan kepada para pedagang untuk tidak berlalu lalang,” ujarnya.

Dirinya berharap, pintu doraemon dapat secepatnya dibuka sehingga mahasiswa dapat dipermudah untuk pergi keluar UIN Jakarta tanpa harus menggunakan motor.

(Nazwa Rizqia Kamila)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *